umdah

Hanya Ingin Mengantarmu Pulang (Cerpen)

Umdah.Co- Alif mubarrak salah seorang anak konglomerat di kampung Paya bujoek silengak. Selepas SMA orang tua Alif telah merencanakan Alif untuk kuliah di UKN (Universitas Kebangsaan Malaysia). Dua hari sebelum keberangkatan Alif ke Malaysia, Alif menghadiri Kenduri Salah satu ayah temannya yang berpulang ke rahmatullah. Disana Alif tercengang melihat anak seusianya sudah mampu berdiri di depan khalayak ramai, dalam hati Alif berkata ”Akankah aku bisa sepertinya ?”. Pertanyaan itu terus menghantui Alif sampai-sampai Alif tidak bisa tidur malam itu.

Keesokan harinya Alif mengutarakan niatnya ke dayah dan membatalkan studinya ke UKN. Namun apa yang terjadi kedua orang tua Alif terkejut mendengar permintaan Alif sampai-sampai ibunda Alif berkata “Lif, apa bunda gak salah dengar ?, alif tau jebolan dayah tak punya masa depan, mau makan apa Alif nanti ketika ayah dan bunda sudah tiada ?”. Alif hanya terdiam tanpa kata, air mata terus membasahi pipinya “Gak apa bunda, Alif sudah ridha dengan semua ketentuan Allah swt. Alif mohon ridha bunda dan ayah, maafkan Alif ayah, bunda. Alif benar-benar haus ilmu agama”. Orang tua Alif hanya menyela nafas panjang mereka “Ya sudahlah nak, kapan rencana kamu ke dayah?”. Alif pun merespon pertanyaan sang bunda “Besok bunda”, “Apa gak kecepatan lif ?” kata bunda. Alif menjawab “Bahkan Alif sudah sangat terlambat bunda”. Namun bunda tak paham maksud Alif “Sudah terlambat”.

Tepat pada oktobar 2009 Alif diantar kedua orang tuanya ke salah satu ma’had di kabupaten Bireun, MUDI MESJID RAYA SAMALNGA disana Alif berusaha menggapai asa yang telah menemaninya dalam beberapa waktu lalu. Berlalulah kitab Safinatun naja, Matan At-Taqrib, Al-Bajuri, I’anatul thalibin dan Mahalli.

Pada tahun 1437 H bertepatan dengan oktober 2015 genap sudah Alif berada di Mudi selama 8 tahun. Tenyata selama 8 Alif di dayah, sehari pun Alif jarang pulang ke rumah.

Pada jam 09.30 tiba-tiba handphone Alif bordering pertanda pesan masuk.
“Salamun ‘alaika adinda Alif mubarrak, kerinduan kami membara menunggu kehadiranmu. Ayah selalu menyebut-nyebut namamu dik. Pulanglah, walau hanya sebentar kami menunggu kehadiranmu di Rumah sakit Cut Mutia Langsa”. Kakanda Zaifa

Terkejut Alif tanpa berpikir panjang Alif pun berangkat pulang dengan motor kesanyangannya. Dalam tiga jam perjalanan sampailah Alif ke kota Langsa setelah sekian lama Alif tak pernah bersua terutama dengan sanak familinya.

Alif : Assalamualaikum bunda 
Bunda : Wa’alaikum salam Alif (bunda memeluk erat Alif yang telah lama hilang dari hadapannya). Alif : Bunda, Siapa yang sakit ? Ayah dimana bunda? 
Bunda : Ayah koma lif, sekarang di ruang ICU
 Alif : Ya Allah (Alif manangis seketika itu pecahlah suasana yang tadinya hening, sekarang berubah dengan air mata). Bunda izinkan Alif untuk shalat.
 Bunda : Iya nak.
  Usai melaksanakan shalat dhuhur, Alif berdo’a kepada Rab-Nya. “Wahai Allah, yang jiwaku berada dalam genggaman-Mu, ampunilah segala dosaku, terimalah semua permohonanku, beri kesembuhan kepada ayahku ya Allah, beri kesempatan hamba menjadi anak untuknya semasih ayah ada dan ketika ayah menutup mata”.

Hanya Ingin Mengantarmu Pulang (Cerpen).

Bergeraklah jemari sang ayah, keajaiban terjadi. Sungguh luar biasa doa anak diijabah Allah tanpa perantara. Kemudian ayah dipindahkan ke ruang VIP untuk menjalani perawatan, disana Aliflah yang menjdi teman ayah, menemani ayah ke kamar mandi, memandu ayah berwudhu sampai mengimani shalatnya. Alif selalu melantunkan Ayat suci Al-Qur’an selesai dari mengahdap sang khaliq. Pada saat itu Alif membacakan Ar-Rahman.

Tiba-tiba….
Ayah : Alif… Alif… Terdengar suara, Alif dipanggil ayah, langsung saja Alif memangku kepada ayah dan tanpaknya ayah sudah diambang sakaratul maut. 

Ayah : Alif… Ayah akan pergi nak, ayah banga punya anak seperti kamu. Terima kasih sayang. Air mata Alif tertumpah, tak mampu Alif bendung. Alif : Ayah.. Ucapkanlah syahadah. “Asyhaduanla ilahaillah, waasyha du anna muhammadur rasulullah, asyhaduanla ilahaillah, waasyha du anna muhammadur rasulullah”.

Ayah : “Asyhaduanla ilahaillah, waasyha du anna muhammadur rasulullah”. 

Telah berpulang ke rahmatullah ayahanda Alif tercinta dan seunejoh pun berakhir. Betapa bahagianya Alif karena Aliflah yang melaksanakan fardhu ain orang tuanya. Pada suatu malam kerinduan Alif datang menyapa Rab-Nya. “Ya Allah telah engkau sempurnakan hamba sebagai anak bagi orang tua hamba, syukur kehadirat-Mu Rabb, Ampunilah dosa kedua orang tuaku, haramkan api neraka kepada mereka, biarlah aku yang menanggung semua yang telah mereka lakukan. Aku mohon maaf padamu, biarkan mereka melewati Titi-Mu kelak dengan cepat untuk menuju surga abadimu".

"Amin" Ternyata suara Alif mengundang seluruh ahli famili, tiba-tiba bunda memegang bahu Alif. Bunda : Alif maafkan bunda sayang. Aliflah sebenarnya orang yang mendapat masa depan terutama dihadapan Allah.


 Oleh :Maiza Safitri, Bireun. (Juara 1 Lomba Menulis Cerpen Mudi Putri, Muharram 1437 H/2015 M)

Related

Cerpen 2491906873351957352

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

Ngaji

item