umdah

Tanggapan Kepada Khalid Basalamah yang Menghina Bangsa Aceh

Umdah.Co-  Beberapa hari ini, indonesia dihebohkan dengan pernyataan tidak mendasar dan juga fitnah nyata dari Khalid Basalamah, salah seorang wahabi takfiri indonesia,dalam salah satu ceramahnya. Wahabi tersebut mengatakan jika Tsunami di Aceh terjadi karena bebrapa sebab, yaitu: Karena Masyarakat Aceh mengkonsumsi Ganja untuk bumbu bumbu masakan dan ini dilakukan hampir menyeluruh di Aceh. 2. Masyarakat Aceh Fanatik ( Apa maksud dari fanatik ini ) 3. Orang Aceh mengkonsumsi ganja sampai ada sebagian yang mengkunyah kunyah daun ganja. 4. Orang Aceh melakukan ritual melepas sajen ke laut 5. Orang Aceh melakukan acara tari Scriptis, orang orang datang dan membayar
Tanggapan Kepada Khalid Basalamah yang Menghina Bangsa Aceh.

Beberapa hari kemudian muncul Video kedua dari Khalid Basalamah Wahabi takfiri yang meminta maaf kepada rakyat Aceh, ini tidak terlepas dari banyaknya masukan supaya Khalid Basalamah meminta maaf. Menanggapi permintaan maaf tersebut, Nabiyullah Musa pernah ditegur oleh Allah karena tidak mau memaafkan Fir'un:

 ما اقسى قلبك يا موسى، يستغيث بك فرعون سبعين مرة، فلا تغيث

Kenapa keras sekali hatimu wahai Musa, Fir'un meminta tolong kepadamu 70 kali tetapi engkau tidak mau menolongnya? لو استغاث بي مرة لاغثته Andaikan ia meminta tolong kepada Ku sekali saja, maka Aku akan menolongnya. Nabi Musa adalah makhluk pilihan, sementara Fir'un adalah hamba yang terkutuk yang mendakwa dirinya Tuhan. Pada hakikatnya, dengan begitu besarnya kesalahan Fir'un, wajar saja Nabi Musa tidak memaafkan. Akan tetapi seukuran Nabi Musa yang merupakan makhluk pilihan, tidak memaafkan Fir'un yang merupakan manusia terkutuk mendapat teguran Allah, Bagaimana dengan kita? Kita bukan manusia terbaik, dan Saudara kita juga bukan orang yang sangat hina, maka tentu saja akan lebih besar lagi teguran Allah andaikan kita masih enggan untuk memaafkan.

Lalu bagaimana dengan membebaskan hukuman? Perlu dipahami, memaafkan bukan berarti mesti dengan membebaskan hukuman. Seorang guru, tatkala melihat muridnya melakukan kesalahan, maka sikap yang harus ditunjukkan oleh guru adalah berlapang dada dan memaafkan kesalahannya, bahkan jauh sebelum si murid meminta maaf.

Namun bukan berarti guru itu tidak boleh lagi menghukum muridnya. Terkadang sanksi juga perlu, andaikan dengan membebaskan hukuman akan membuat murid yang lain jadi berani untuk melakukan pelanggaran. Bahkan adakalanya sanksi berupa dikeluarkan dari lembaga juga dianggap tepat andaikan kesalahan sudah berulang dan itu adalah kemaslahatan. Namun kebijakan itu semua diambil atas dasar kemaslahatan, bukan atas dasar kebencian. Dan sebagai pihak yang bersalah, si murid juga harus legowo menerima sanksi sebagai bentuk keseriusan dari sikap penyesalan atas kesalahannya.

Nah... Menanggapi ulah seorang "pendakwah" yang belakangan heboh di medsos,,, menyudutkan Aceh hanya berdasarkan info yang katanya didapatkan dari orang yang sudah ikut Pengajian Sunnah, maka sikap yang harus kita tunjukkan adalah berlapang dada dan memaafkan. Sebisa mungkin kita harus berusaha untuk menghilangkan kebencian dalam hati kita.

Namun, andaikan ada Saudara-saudara kita yang ingin melakukan upaya advokasi, ini juga perlu dihargai. Bisa saja memang proses hukum perlu, sebagai pembelajaran kepada yang bersangkutan dan kepada yang lainnya. Namun tidak perlu menyogok hakim untuk memberatkan hukuman, biarkanlah saja berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku. Bila memang yang bersalah benar-benar ikhlas meminta maaf, Insyaallah beliau juga akan ikhlas menerima andaikan ada konsekuensi hukum yang perlu beliau jalani.

Kita tunggu permintaan maaf untuk statement2 lainnya:
-Menanggap Ayah Bunda Nabi masuk neraka 
-Mengatakan Maulid adopsi dari tradisi Nasrani 
-Membid'ahkan tahlilan hingga hadir saja tidak dibolehkan... 

Dan banyak tuduhan-tuduhan bid'ah lainnya terhadap amalan mayoritas kaum Muslimin Indonesia yang sebenarnya itu jauh lebih perlu untuk dilakukan permintaan maaf. Semoga Allah berikan kita Taufiq. Dan semoga Saudara-saudara kita yang sering menyebarkan kebencian dalam dakwahnya dengan tuduhan syirik, bid'ah, dan khurafat kepada umat Islam yang berbeda dengannya diberikan hidayah oleh Allah SWT... Amiin Ya Rabbal A'lamiin...

H. Muhammad Iqbal Jalil

Related

Opini 8052416607328362116

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

Ngaji

item