umdah

Sirah Nabawiyah Nabi Muhammad saw (Bagian 2)


Sirah Nabawiyah Nabi Muhammad saw

Masa Remaja
Pada saat Muhammad berusia 12 tahun, Abu Talib mengajak Muhammad remaja untuk ikut bersama rombongannya membawa barang niagaan ke negeri Syam (Syiria). Perjalanan ini merupakan kali pertama bagi Muhammad remaja. Mereka tidak terlalu lama melakukan perjalanan ini, karena sesampainya di daerah Bushra, seorang pendeta yang bernama Buhaira melihat rombongan yang lewat sekaligus menyaksikan keajaiban seorang remaja yang dinaungi awan dari terik matahari. Tidak menunggu lama, sang pendeta langsung menemui pimpinan kafilah yang tak lain adalah Abu Thalib dan ia membereritahukan bahwa keponakannya yakni Muhammad kelak akan menjadi Nabi terakhir yang akan menata kembali kerusakan moral ummat manusia. Pendeta itu meminta kepada Abu Thalib supaya membawa pulang Muhammad dan menjaganya dengan baik dari ancaman musuh yang telah menanti kedatangan nabi akhir zaman

Masa Dewasa dan Berkeluarga
Hari demi hari terus dilalui Muhammad dengan tenang dan tawakkal. Tak ada aktifitas yang merugikan orang lain dalam hidupnya. Muhammad tumbuh menjadi pria tangguh dan bijaksana. Tanda-tanda kenabian memang telah nampak pada diri seorang Muhammad, mulai dari batinnya yang mulia sampai bentuk lahiriahnya yang sempurna. Dikalangan kaum Quraisy, Muhammad dikenal sebagai orang berbudi luhur dan jujur. Ketika Khadijah binti khuwailid, seorang wanita terpandang dan kaya raya mendengar tentang kejujuran dan nama baik Muhammad, ia pun mengirimkan utusan untuk menjumpai Baginda dan menawarkan kerja sama. Khadijah membutuhkan Muhammad untuk membawa barang dagangan milik Khadijah. Ia siap memberikan imbalan jauh lebih banyak dari yang pernah diberikan kepada pedagang-pedagang lain dengan syarat Muhammad harus pergi bersama Maisarah, budak milik Khadijah. Muhammad pun menerima tawaran Khadijah. Setelah selesai menjajakan dagangannya di negeri Syam (syiria), Muhammad segera kembali ke Mekkah bersama Maisarah. 

Khadijah heran dan takjub, karena keuntungan yang diperoleh Muhammad sangatlah banyak dan Khadijah tidak pernah memperoleh keuntungan sebanyak itu sebelumnya. Maisarah menceritakan kepada Khadijah tentang tatacara dan sikap Baginda dalam berdagang. Modal utamanya adalah kejujuran, kecerdikan dan akhlak mulia sehingga wajar bila orang orang yang berhubungan dengan beliau merasa senang dan puas. Melihat keuletan dan sikap Muhammad, Khadijah mulai kagum dan tertarik kepada Muhammad. Saat itu Khadijah berumur empat puluh tahun sedangkan Muhammad berumur dua puluh lima tahun. Sebelumnya Khadijah pernah berkeluarga dengan Abu Halah dan punya seorang puteri yang bernama Halah. Siti khadijah adalah orang yang punya kedudukan dikalangan Quraisy dan paling banyak hartanya. Setelah menerima utusan Khadijah yang menyampaikan niat hati khadijah untuk mendampingi Muhammad dan setelah mendengar persetujuan Muhammad, maka pamannya yaitu Abu Thalib segera menemui Paman Khadijah yang bernama ‘Amru ibnu as’ad untuk melamar Khadijah. tak berselang lama, akad nikahpun segera dilaksanakan Setelah berkeluarga dengan Khadijah, Muhammad mengembangkan usaha yang pernah digelutinya bersama sang istri tercinta. Khadijah tidak pernah mengecilkan peran dan posisi Muhammad yang menjadi suaminya. Walaupun telah menjadi orang sukses, Muhammad tetap rendah diri dan tidak sombong. Walaupun Khadijah menyerahkan pengelolaan harta kepada suaminya, tetapi Muhammad tidak pernah makan sepeserpun harta Khadijah kecuali hanya yang telah menjadi haknya. 

Perjuangan Setelah Menjadi Rasu.
Tanda tanda kenabian memang telah nampak pada diri seorang Muhammad. Dari batinnya yang mulia sampai bentuk lahiriah yang sempurna. Akhlaknya diabadikan dalam al-Quran dan menjadi bukti tak terbantahkan bahwa ia adalah manusia paling sempurna. Tidak ada setitik cela maupun kesalahan dalam hidupnya. Sebelum menjadi Rasul, beliau selalu mengamati tanda kekuasaan Sang Pencipta lalu menganalisa dan mengkajinya secara mendalam sampai kepada sebuah keputusan yang membuat batinnya tentram. Takkala Baginda telah memasuki usia empat puluh tahun, Allah mengangkatnya menjadi Rasul yang ditandai dengan turunnya wahyu kali pertama.

Hal terebut terjadi pada tanggal 13 Ramadhan Tahun 13 sebelum Hijriah yang bertepatan dengan bulan juli tahun 610 Masehi yang bertempat di goa Hira’. Setelah mengemban tugas sebagai Rasul, beliau mulai menjalankan aktifitasnya menyampaikan Risalah Allah kepada ummatnya agar kembali menyembah Allah. Rasulullah menjalankan misi tersebut dengan sangat rahasia. Hal ini beliau lakukan karena khawatir orang-orang Arab akan kaget dengan adanya perkara yang berat ini sehingga mereka tidak akan menerima Islam. Sasaran dakwah tahap pertaman ditujukan kepada keluarga sendiri dan orang orang yang betul-betul bisa menjaga rahasia. Orang pertama yang menerima ajakan Nabi untuk masuk Islam adalah Siti Khadijah, isteri beliau sendiri. Kemudian ‘Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah (anak angkat beliau),Ummu ayman (perempuan yang pernah mengasuh beliau) dan Sahabat beliau, Abu bakar. Abu bakar juga mengikuti Rasulullah S.A.W untuk menyiarkan Islam di kalangan orang-orang Quraisy dan ajakannya mendapat sambutan hangat dari sebagian orang, antara lain Usman bin ‘affan. Takkala al-Hakam, paman Usman R.A mengetahuinya, maka ia mengikat Usman R.A dengat kuat, tapi setelah melihat keteguhan hati keponakannya dalam memeluk agama Islam, ia pun melepaskan Usman R.A dan membiarkannya dalam Islam. Zubair bin Awwam termasuk orang yang menerima ajakan Nabi untuk masuk Islam. Nasib Zubair R.A pun sama dengan Usman R.A. Zubair disekap dengan asap supaya kembali kepada agama nenek moyang mereka, tetapi Allah meneguhkan keimanan Zubair. 

Tiga tahun lamanya Baginda berdakwah secara sir (rahasia). Dalam masa tersebut banyak bangsawan dan pembesar Quraisy yang masuk Islam.Tapi pada saat itu, Rasul dan sahabatnya belum mampu menampakkan aktifitas ibadah mereka didepan khalayak ramai, karena khawatir terhadap gangguan kaum Quraisy. Setiap muslim yang ingin melakukan ibadahnya, terpaksa keluar kota dan beribadah disana, Namu setelah turunnya wahyu yang memerintahkan dakwah secara jihar (terang terangan), baginda mengubah metode dakwahnya sesuai perintah Allah. Mulai saat itulah, tantangan mulai terasa. Rasa sayang dan hormat kaum Quraisy terhadap nabi berubah menjadi kebencian. Apalagi setelah pamannya, Abi Thalib melindungi baginda dari ancaman mereka. Kebencian dan permusuhan mereka pun semakin menjadi-jadi. 

Semenjak itu pula Rasulullah S.A.W mulai menerima perlakuan menyakitkan dari kaum Quraisy, tapi mereka tidak berani melakukannya di hadapan Abi Thalib. Bahkan pada suatu hari, penghinaan dan perlakuan kasar diterima Nabi dihadapan para sahabat. Pada saat itu Baginda sedang sujud disamping Ka’bah. Tiba-tiba‘Uthbah bin Mu’ith yang termakan hasutan Abu jahal datang dengan membawa kotoran unta dan sesampainya didekat Nabi, ia langsung melemparkan kotoran unta ke atas Nabi. Tidak ada seoranngpun yang dapat membantu baginda karena mereka masih lemah dan belum mampu melawan ancaman Quraisy. Kemudian datanglah Siti fatimah, anak baginda Nabi, dengan berlinang air mata membersihkan kotoran tersebut dari badan nabi. Mata mana yang takkan menangis bila melihat ayahanda tercinta diperlakukan secara kasar didepan khalayak ramai. 

Diantara orang yang menghina dan berlaku kasar terhadap Nabi adalah Abu Lahab, paman beliau sendiri. penghinaan yang berasal darinya tentu lebih menyakitkankan dibandingkan dengan perlakuan dari orang lain. Bagaimana tidak? seorang paman yang mestinya melindungi keponakannya dari ancaman orang lain malah lebih biadap perlakuannya. Abu Lahab sering melemparkan kotoran onta ke pintu rumah Rasulullah S.A.W, bahkan isteri Abu lahab juga turut ambil andil dalam menyakiti Rasul. Gangguan demi gangguan silih berganti menghampiri Nabi, tapi tak pernah membuat beliau putus asa dan menyerah, bahkan beliau semakin tegar.

 Tatkala kaum Quraisy melihat bahwa ancaman dan perlakuan buruk mereka tidak bisa menghentikan tekad Nabi dalam berdakwah menyiarkan Islam, dan semakin membuat pengikut Nabi bertambah, mulailah mereka menyusun strategi lain. kini mereka beralih mengganggu para sahabat Nabi. Tidak ada seorangpun yang luput dari siksaan kaum musyrikin, tapi hal tersebut tak membuat iman mereka para sahabat goyah. Setiap kali kaum Qurasy menyiksa mereka, keimanan dan keyakinan mereka bertambah kuat. Karena merasa kasihan dengan penderitaan yang dialami para sahabat, baginda Rasul memerintahkan mereka untuk hijrah meninggalkan Mekkah. Sungguh Baginda Nabi adalah suri tauladan yang harus diidolakan oleh selurah ummat manusia. Beliau adalah figur yang selalu memikirkan kemashlahatan ummatnya dan berusaha menghantarkan ummatnya ke pintu syurga. Betapa besar jiwa seorang Baginda, walaupun beliau dan orang-orang beriman harus menerima perlakuan kasar dan bahkan diluar batas kewajaran dari kaumnya, tapi beliau tetap ikhlas menjalankan tugasnya tanpa mengharapkan balasan dan pujian dari manusia. 

Ditengah gangguan yang datang menerpa, tiba-tiba Siti khadijah, sang isteri tercinta pergi untuk selamanya. Rasulullah S.A.W sangat merasa kehilangan. Belum pudar rasa sedih atas musibah itu, kemudian sang paman, Abi Talib juga pergi menghadap Yang Kuasa. Bertambah-tambahlah duka baginda Nabi. Mereka adalah orang yang paling mengerti dan dekat dengan Nabi. Mereka juga jadi pelindung yang bisa meredam ganguan kaum Quraisy terhadap Nabi. peristiwa tersebut terjadi pada tahun ke 10 setelah kenabian.Setelah keduanya wafat, ganguan yang datang semakin berat. Karena itulah Rasulullah bersama Zaid bin Haritsah berinisiatif berangkat ke Thaif guna mencari bantuan dari Bani Tsaqif untuk melawan kaum Quraisy, tapi apa yang beliau dapatkan dari mereka?. bukannya pertolongan yang didapatka, malah mereka menyuruh budak-budak dan orang orang jahat untuk menghina dan melempari Nabi dengan batu. Akibat lemparan mereka, kaki baginda Nabi berdarah. Zaid bin Haritsah selalu melindungi baginda dari lemparan mereka hingga kepalanya ikut berdarah terkena lemparan batu. 

Akhirnya Rasul dan Zaid kembali ke Mekkah tanpa mendapatkan apa-apa. Allah memang Maha Kuasa, walaupun Bani Saqif tidak bersedia menolong, tapi dikemudian hari banyak muncul penolong dan pembela baginda Nabi. Kaum quraisy kini nekat ingin membunuh Nabi, karena mereka merasa perkembangan Islam tak dapat dibendung. Mereka memilih satu pemuda sebagai wakil dari tiap-tiap kabilah kemudis mereka berkumpul di depan rumah Nabi dan berencana membunuh Nabi saat Nabi keluar rumah. Mereka sengaja memilih pemuda dari tiap-tiap qabilah untuk menjalankan misi jahat ini agar jika kelak kerabat Nabi ingin menuntut balas atas pembunuhan Nabi akan kewalahan, karena menuntut balas atas pembunuhan nabi berarti harus menghadapi semua kabilah yang ada di Arab. Subhanallah...! Allah lebih dulu memberitahu Nabi tentang maksud kaum Quraisy, dan baginda Nabi diperintahkan hijrah ke Madinah menyusul sebagian sahabat yang telah lebih dulu berangkat ke sana. Misi jahat kafirin pun gagal, karena orang yang mereka buru lebih cepat seribu langkah dari mereka.

Setelah 13 tahun lamanya berdakwah di Mekkah, dengan berat hati beliau meninggalkan tanah air menuju Madinah. Sebelum sampai di sana,beliau singgah sementara di Quba. Baginda Nabi berdiam di sana selama 22 malam. Dan di sana pula mesjid pertama didirikan oleh Nabi. Setelah itu, nabi melanjutkan perjalanan. Sesampainya di Madinah,baginda disambut dengan gembira oleh penduduk Madinah. Bahkan mereka saling berebutan untuk bisa menjamu Nabi di rumah mereka.

Setelah menetap di Madinah, tepatnya tahun pertama Hijriah, Allah mengizinkan orang-orang Islam untuk memerangi musuh-musuh mereka. Maka dimulailah peperangan dalam Islam.Sejak itu, perang demi perang terjadi untuk menegakkan Agama Allah dan menghancurkan Kafirin yang tidak mau menerima kelembutan Islam. Sampai akhirnya, tepat pada tahun 8 Hijriyah, Rasulullah bersama sepuluh ribu pasukan bersiap untuk menaklukkan kota Mekkah dan beliaupun berhasil mennguasainya. 

Setelah itu, baginda kembali lagi ke Madinah. Dari sanalah beliau memimpin dan mengirimkan para sahabat untuk menyebarkan Islam hingga ke seluruh pelosok negeri. Qabilah demi Qabilah berduyun-duyun masuk Islam hingga akhirnya Islam tersiar di seluruh semenanjung Arabia. Setelah perang penaklukan Mekkah, masih ada beberapa perang lainnya untuk menundukkan musuh-musuh yang keras kepala supaya mau mengesakan Allah ‘Azza wa Jalla.Keseluruhan perang yang dipimpin Nabi adalah dua puluh tujuh kali. Sementara perang yang tidak dipimpin Nabi sebanyak empat puluh tujuh kali. Baginda Rasul melaksanakan semua tugasnya hanya untuk meninggikan agama Allah.

Related

Sejarah 7860147063058618966

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

Ngaji

item