umdah

Anak Zaman Dulu Vs Anak Zaman Sekarang

Dahulu ketika saya masih di bangku MI, selepas pulang sekolah langsung bermain ke sungai untuk mandi, mengajak teman-teman tetangga kanan k...

Dahulu ketika saya masih di bangku MI, selepas pulang sekolah langsung bermain ke sungai untuk mandi, mengajak teman-teman tetangga kanan kiri main ke sawah, masih menjemput masing-masing satu persatu ke rumah-rumah teman. Lalu kami bermain, jalan-jalan menyusuri kampung-kampung, dan mandi di sungai. Dan jelas kami sangat mengenal masing-masing dan inilah masa bermain dan mengenal kehidupan sosial.

Dan, hari ini anak-anak usia SD selepas pulang sekolah tetap dirumah dengan gadget atau laptop masing-masing. Dan jarang dari mereka saling mengenal tetangga teman kanan kiri rumah mereka. Saya sedikit miris melihat adik-adik sibuk dengan gadget game bermacam-macam, asyik dengan dunia maya dan lupa dunia nyata. Mungkin inilah yang disebut perubahan zaman. Hari ini telah ditemukan di dunia kedokteran penyakit gadget-syndrome, dan proses penyembuhannya butuh bertahun-tahun.



Dahulu, ketika saya mondok Di Pasantren pun, ketika rindu orang tua harus berjalan mencari wartel dan untuk telefon tergolong mahal, sekali telfon saja habis 4 ribu - 7 ribu. Dan hanya obrolan penting saja yang ingin saya sampaikan, atau mungkin ketika saya benar-benar sakit baru memberi kabar, dan itupun harus berjalan ke wartel. Rasa rindu rumah dahulu sangat kuat, sehingga minat belajar juga kuat. Waktu itu sumber informasi hanya koran yang dipajang di teras pesantren.

Dan, hari ini santri-santri usia saya dahulu, tak perlu susah untuk bertukar kabar dengan orang tua mereka, hari ini ada handphone yang sangat praktis, murah, dan mudah. Namun dengan kecanggihan teknologi tidak selalu baik hubungan orang tua dan anak, bagaimana tidak hari ini ada facebook, Whatsapp, instagram, BBM, dan media sosial lainnya. Beberapa orang tua cemas melihat status anak-anak mereka, anak-anak pun juga serba apa pun diupload tanpa berpikir panjang. Meski peraturan pesantren melarang membawa handphone tetapi tetap ada saja pelanggaran terjadi. Tanpa disadari keberadaan teknologi memberikan dampak kurang baik pada pendidikan anak usia belajar.

Dimedia sosial seringkali menampakkan kemewahan atau pamer ini itu, sehingga mental anak semakin hedonis dan materialistis. Tanpa disadari hal itu merubah daya pikir mereka yang seharusnya bisa menerima kenyataan. Kedua, hubungan antara lelaki-perempuan semakin mudah dan menggoda anak-anak usia dini. Sehingga kesempatan untuk cinta monyet mereka semakin terbuka lebar dan sangat mudah. Tanpa diimbangi dengan kematangan berpikir, dan bisa dilihat realita hari ini bagaimana keberadaan mereka. Sangat berbeda jauh dengan kondisi zaman dahulu. Kasus-kasus hari ini juga semakin rumit, berbeda dengan 15 tahun lalu. Dan solusi dari berbagai kebijakan juga masih nihil.

Related

Santri 3416067709784723940

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

Ngaji

item