umdah

Secercah Taufik Dibalik Keputusasaan

Umdah.Co- MUDI MESRA adalah sebuah pondok pesantren dengan ribuan santri didalamnya, para orang tua yang berasal dari berbagai daerah datang berbondong-bondong ke MUDI dengan tujuan yang sama yaitu menitipkan anak mereka untuk diajari dan dibekali ilmu pengetahuan agama, kebanyakan yang masuk ke MUDI atas kemauan sendiri tapi diantara mereka ada juga yang karena paksaan orang tua, seperti halnya Raisa yang lulus SMA dengan nilai terbaik yang seharusnya dia bisa melanjutkan keperguruan untuk kuliah bukan seharusnya mondok di dayah yang sangat membosankan ini.

Secercah Taufik Dibalik Keputusasaan (cerpen)
Karena latar belakang di dayah karena paksaan kerap kali raisa mengabaikan setiap apa yang menjadi peraturan dayah yang diwajibkan diatasnya seperti mengulang sejenak pelajaran yang telah tengku ajarkan sebelumnya, namun raisa lebih memilih langsung tidur daripada mengulang bersama kawan kawan kelasnya.

Tidak hanya dalam hal belajar, dalam hal jamaah raisa juga kerap melanggar, Raisa lebih memilih keluyuran ketimbang harus masuk mushalla yang aman dari pantauan guru jamaah.

Beberapa kali raisa meminta pulang saat kedua ibu bapaknya mengunjunginya, “Bu raisa udah ngak tahan, raisa mau pulang saja,” rengeknya yang menahan tangis.

“ Nak, ,,,kamu adalah salah satunya harapan ibu dan ayah, coba lihat kedua kakakmu yang hanya sibuk dengan kerja mereka sehingga sering kali melupakan kewajiban agama mereka, jika bukan kamu, siapa lagi yang akan menolong ibu dan ayah diakhirat nanti,” tutur lembut sang ibu yang mampu membuat raisa terdiam seribu bahasa.

Meski demikian tidak lantas membuat raisa berubah, dia memang tidak lagi merengek minta pulang tapi masih enggan mematuhi peraturan, sabtu pagi, seperti biasanya raisa datang dan langsung menuju kesudut bale yang merupakan tempat favoritnya, menurut gossip dari temannya, kelasnya akan kedatangan guru baru, yang menggantikan guru sebelumnya yang lebih dulu sudah meninggalkan ma’had untuk mengikuti sunnah Rasu; SAW.

“Eh..Eh…kalian tau gak siapa yang akan jadi guru baru kita?” Tanya Muda.
“Emang kamu tau siapa orangnya ?” Marhamah yang penasaran balik bertanya.
“ya taulah , itu lho yang kemaren yang ngatur shaf pas kita shalat magrib “ jelas muda.
Kelas 3e mulai heboh membicarakan tentang guru baru mereka.
“Assalamualaikum ..” sapa sosok yang dari tadi diperbincangkan..
“Waalaikumsalam…Jawab mereka serempak sambil berdiri menghormati sang guru.
“Tgk guru baru kami ya?” pertanyaan dari azizah yang retoris.
“Ya …seperti itulah , tengku adalah guru baru kalian dari mulai sekarang hingga seterusnya, mudah mudahan kita cocok satu sama lain..
“Amien “ sahut mereka riang..
Hari pertama hanya diisi dengan perkenalan dan berbagi pengalaman bersama tengku yang ternyata bernama Zahra tersebut..

Sebulan berlalu, mulai terasa menyenangkan mengaji bersama teungku Zahra, hal itu juga dirasakan oleh raisa, teungku Zahra selalu menyempatkan memberi siraman rohani kepada muridnya, baik berupa nasehat maupun pesan pesan moral yang mengajak kebaikan seperti keharusan mematuhi peraturan di pondok ini, pulang ke kamar, raisa mulai mengingat kembali kata kata sang guru tentang pentingnya mematuhi peraturan..

“Baiklah …aku akan mencobanya”, Guman Raisa sungguh sungguh.

Dengan tekat yang bulat maka mulailah lembaran baru bagi seorang Raisa, jamaah pertamanya adalah shalat shubuh, raisa melangkah masuk ke mushalla dalam keadaan yang masih kantuk, sesampainya raisa dalam ruangan mushalla saat menyaksikan sang guru yang sedang melantunkan ayat suci Al-Qur’an disudut mushalla, Tgk Zahra tidak hanya sekedar memberi nasehat dengan kata katnya tetapi juga memperlihatkan contoh dengan perilakunya,” Raisa salut pada sang guru.

Kini hidup raisa sudah mulai disiplin karena rajin jamaah sehingga naik ngajipun sudah tidak telat lagi. Hari ini tengku Zahra mengadakan Tanya jawab dikelas untuk melihat perkembangan dari murid muridnya, dan saat ini berlangsung, raisa hanya bisa diam dan menunduk karena ia yang tidak bisa menjawab pertanyaan yang ditanyakan.

Malamnya, bermodal dari cahaya lampu belajar, raisa mulai mengulang kembali semua pelajaran yang telah lalu, tidak ada lagi perasaan malas dan rasa ingin keluar dari dayah tercinta ini, yang hanya ada raisa yang ingin maju dan meninggalkan semua yang kemalasannya dan merubah segala lini kehidupannya. Karena ketekunan dan kegigihannya , kurang dari dua tahun raisa bisa menguasai hampir seluruh kitab dan memang dahulunya raisa termasuk orang yang pintar dan jenius dalam sekolahnya.

Hingga akhir kelas empat, raisa berhasil meraih peringkat utama dalam kelasnya, guru dan kedua orang tuanya sangat bangga dengan prestasi yang diraih anaknya ini.

Meski diawali dengan keterpaksaan dan keputusasaan, akan tetapi berhasil meraih kesuksesan dan bertahan di dalam dayah dan menjadi guru yang disegani di dalam dayah.

Beginilah jika Allah sudah menurunkan taufik-Nya, bukan dengan cara atau kemauan kita, setiap benih yang tumbuh dari kepahitan, jika dipupuki dengan kesabaran, insyaAllah akan berbuah manis pada akhirnya.

Oleh : Novi Juniar Rusli
           Santriwati LPI MUDI Mesra Samalanga, Kab. Bireun, Prov. Aceh.

Related

Santri 7804937681260006124

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

Ngaji

item