umdah

Respon Santri Terhadap Kemajuan IPTEK (Opini)

Umdah.Co- Mencermati perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa kini dan mendatang disertai dengan perkembangan kebudayaan, maka pendidikan dayah tidak lagi mengesampingkan pendidikan Teknologi Informasi (TI), terutama dalam menumbuhkan Islamic technological-attitude (sikap berteknologi secara Islami) dan technological-quotient (kecerdasan berteknologi) sehingga santri memiliki motivasi, inisiatif dan kreativitas untuk memahami teknologi. Kemajuan TI di dayah tidak mungkin terwujud tanpa adanya sumberdaya manusia berkualitas. Ketersediaan TI dan pemanfaatannya di lembaga pendidikan dayah, sekalipun sederhana dan terbatas, akan meningkatkan pembelajaran dalam hal peningkatan efektifitas, efisiensi, dan daya tarik pembelajaran.
respon santri terhadap iptek dan teknologi

Selain itu pentingnya pengenalan teknologi bagi generasi di Aceh sejak dini, terutama santri, karena merekalah yang akan memadukan ilmu pengetahuan ini dengan pendidikan moral yang bersumber dari Alquran dan Hadits Rasulullah SAW. Karenanya generasi Aceh terutama para santri harus bersiap sedini mungkin untuk menguasai perkembangan teknologi. Sehingga dapat ikut berperan untuk melahirkan program-program terknologi yang berlandaskan kepada al-Quran dan Hadits Rasulullah saw.
Karena itu dituntut kepada santri agar tidak menutup mata terhadap pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin menguasai kehidupan masyarakat dunia. Satu hal yang tidak bisa dipungkiri, saat ini hampir seluruh peralatan (hardware) dan perangkat penunjang (software) teknologi diproduksi oleh negara-negara nonmuslim.

Perkembangan teknologi informasi khususnya internet menjadi perhatian khusus di hampir semua negara, demikian juga di Indonesia. Negara maya tanpa presiden dengan penduduk sekitar dua milyar ini menimbulkan berbagai efek, baik yang positif maupun negatif.

Namun, derap langkah syiar untuk memajukan Pendidikan di dunia dayah semakin deras, hal ini dibuktikan dengan berbagai upaya dalam mengembangkan pendidikan dan dakwah sesuai dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk itu, santri di dayah sudah dibekali dengan berbagai pelatihan penguasaan teknologi. Kegiatan ini merupakan langkah positif dalam mengubah paradigma dayah termasuk santrinya. Akan tetapi ini hanya sebagai pengembangan bagi santri, yang di latih oleh tim lembaga pengembangan dakwah mudi mesra.(LPDM). tanpa adanya perubahan kultur dan ciri khas dayah yang telah dipertahankan sejak lama.

Sehingga para da'i, ustadz dan ustadzah sudah dapat berdakwah melalui teknologi komunikasi yaitu melalui internet. Dakwah seperti ini tanpa harus mengetuk pintu, tapi sudah langsung masuk dan tepat sasaran. Ibarat mata pisau yang tajam, apabila pisau tersebut bisa digunakan, maka pisau ini bisa bermanfaat. Sebaliknya, bila tak bisa digunakan maka akan menjadi musibah bagi penggunanya.
Berdasarkan fenomena tersebut, maka dayah-dayah di Aceh sudah mulai menyiapkan para santri yang juga mampu berkualifikasi menguasai teknologi informasi (TI). Dewasa ini, sekitar 40% dayah di Aceh yang sudah mempunyai media website sendiri, misalnya dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga Kabupaten Bireuen, dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunib Kabupaten Bireuen, dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng Kabupaten Pidie Jaya dan lain-lain. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan dalam memberikan informasi pendidikan yang ada di dalamnya, supaya tidak hanya informasi non dakwah yang berkembang pesat di dunia maya seperti Facebook, Twiter dan lain-lain, dan supaya dayah lebih mengembangkan sayap untuk berdakwah melalui media online karena pada saat ini warga Negara Indonesia tidak kurang dari 75 juta pengguna internet aktif.

Namun, Islam sebagai agama yang berorientasi pada syariah, segala tindakan seorang muslim tidak lepas dari evaluasi lima kriteria fiqh yaitu halal, haram, makruh, sunnah dan mubah. Orientasi syariah ini adalah salah satu sisi kekuatan Islam, ia juga dapat menjadi sisi kelemahannya apabila para ahli fiqh tidak cepat dan tepat dalam menanggapi dan memberi fatwa atas segala isu-isu baru abad modern, terutama, dalam persoalan teknologi informasi ini.Karena itu para ahli fiqh mulai memperdebatkan boleh tidaknya teknologi informasi secara umum dan teknologi internet secara khusus sejak awal teknologi internet diperkenalkan. Pendapat umum dari para ulama fiqh sepakat bahwa internet bersifat netral, ia dapat halal dan dapat juga haram, tergantung untuk apa teknologi ini digunakan. Namun, tidak sedikit pendapat yang mengatakan bahwa internet secara umum diharamkan dengan alasan mayoritas penggunannya untuk maksiat. Sedangkan untuk kegiatan tabligh, seperti penyampaian informasi atau dakwah menggunakan facebook, itu baik dimanfaatkan oleh umat Islam sebagai jejaring sosial. Tetapi harus berhati-hati juga, karena tidak jarang ditemukan konten pornografi.

Sisi positif dari penggunaan internet dan yang paling menonjol yang dapat dirasakan manfaatnya oleh mayoritas kalangan termasuk kalangan santri, adalah semakin mudahnya sarana interaksi dan komunikasi. Adanya internet membuahkan teknologi yang bernama email (electronic mail) atau surat elektronik, dan website. Kedua media ini dipakai secara luas oleh siapa saja penduduk dunia yang memiliki akses koneksi internet. Mulai dari kalangan alim ulama, tokoh sufi, dosen, profesor, media cetak, wartawan, sampai penjaga warnet, semua memiliki email dan website.

Dari teknologi website yang dikenal dengan www (world wide web) muncullah sejumlah teknologi baru seperti jual beli barang dan pengiriman uang via internet yang dikenal dengan e-commerce, penyimpanan data yang dapat diakses dari manapun di belahan dunia yang disebut e-cloud, chatting (ngobrol jarak jauh via internet), dan lain-lain. Di antara penemuan yang paling berpengaruh dari era internet adalah search engine atau mesin pencari, yaitu Google, Yahoo!, dan Bing para perambah internet (internet surfer) dapat mencari apa saja yang diperlukan. Mulai dari nama surat dan nomor ayat al Quran sampai nomor telepon seorang teman lama. Sebagian besar dari penemuan-penemuan baru dari teknologi internet inilah sebagai dampak positif bagi umat manusia dan karena itu hendaknya disambut positif pula oleh para santri.

Di dayah MUDI Mesjid Raya misalnya, teknologi website dan email dimanfaatkan secara maksimal oleh para santri dan dewan guru, dayah MUDI juga mengadakan program “Santri Menulis dan Berkarya”. Di mana para santri dan dewan guru sangat dianjurkan untuk selalu menuangkan buah fikirannya dalam bentuk tulisan ke dalam dua media yaitu media cetak berupa majalah ‘Umdah dan MUDI Post berupa Majalah Dinding yang diterbitkan setiap mingguan; serta meng-upload tulisan-tulisan tersebut ke dalam website/blog masing-masing. yang dapat diakses dari www.Mudimesra.com, www.umdah.co. Ini tentunya dengan intensitas yang lebih rendah mengingat mereka masih disibukkan dengan kegiatan belajar mengajar yang menjadi rutinitas mereka sehari-hari.

Sedangkan sisi negatif dari penggunaan TI, khususnya internet, dapat dibagi dalam dua kategori yaitu (a) negatif secara total; dan (b) negatif parsial (sebagian).Termasuk dalam kategori negatif total antara lain situs porno, judi online, dating online, dan game online. Tiga yang pertama jelas diharamkan dalam Islam. Sedangkan yang ketiga yaitu game online negatif karena membuang-buang waktu yang tentunya dapat berakibat haram apabila sampai berakibat lupa shalat dan meninggalkan kewajiban yang lain.

Sementara kategori kedua yakni “negatif parsial” adalah situs-situs yang menawarkan berbagai layanan yang bercampur aduk antara positif dan negatif. Salah satu yang masuk dalam kategori ini adalah situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, dan ayoonline karya salah seorang santri dayah, yang apabila digunakan untuk chatting; main game; mencari hubungan pertemanan khusus dengan lawan jenis yang bukan mahramnya, terutama yang sudah berkeluarga.

Oleh : Siti zalikha M.A

Related

Santri 5229897784707921151

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

Ngaji

item