umdah

Malam 12 Rabiul Awal (Bagian 2)

Umdah.Co- Shalawat demi shalawat disenandungkan, setiap orang memegang kopian buku shalawat “MAJELIS ZIKRA AL-HASANI LPI MUDI MESJID RAYA SAMALANGA, BIREUN ACEH ”, ukurannya tipis dan berwarna putih, buku yang sederhana namun telah membuat jiwa penghuni Ma’had membahana menghaturkan kedamaian dalam jiwa yang merana. Grup Zikir Al-Hasani dengan suara emasnya memimpin shalawat menghentakkan kalbu yang rindu akan Baginda Muhammad SAW. 


cerpen malam 12 rabiul awal

Jiwa-jiwa yang haus dengan syafaat begitu khidmat terhenyak dalam kedamaian dan ketentraman jiwa. Mata mulai merasa perih menghantarkan haru diujung pelupuk mata yang memerah. Namuin bening itu masih tertahan dalam gemaan shalawat. Bening itu menunggu jiwa yang rindu menjatuhkannya. Dan bening itupun lembut membasahi pipi ketika shalawat itu mendayu-dayu mengalun dibawah panji-panji Ma’had.

“Busyralana nilnalmuna…” najwa menangis, air matanya mencari landasan, ia sesenggukan, air matanya tak mampu terbendung, menghentakkan jiwa yang merindu akan kehadirannya. Suara masih mendayu, menggema memenuhi ruang kosong diseluruh ruas Ma’had.

Sehatkanlah Abu kami Yang setia membimbing kami
Moga Allah kira memberi Balasan diakhirat nanti.

Hanya sebait doa yang dirangkai dalam sebuah syair, kata-kata sederhana dengan ritme yang rendah namun telah menghantarkan keharuan dalam jiwa penghuni Ma’had. Dengan penuh pengharibaan sebait doa dalam syair menjadi harapan disetiap jiwa penghuni Ma’had.

Acara Zikir bersama selesai, Abu meninggalkan singgasananya, berjalan dengan penuh kedamaian dengan zikir yang selalu menyelibuninya, jiwanya begitu teduh, mampu mencairkan amarah dalam gelisah. Hadirnya ditengah-tengah Ma’had telah memberi semangat yang terpatri dalam diri setiap pribadi.

Abiya dengan suara lembutnya memimpin doa mengakhiri shalawat bersama. Doa yang ditadahkan atas dasar penghambaan kepada Allah SWT. Penghuni Ma’had kembali meneteskan bening itu, sesenggukan dalam setiap doa yang Abiya bacakan. Jiwa-jiwa yang lemah memohon kepada Ilahi Rabbi. ‘Kabulkan doa kami Ya Ilahi Rabbi.

12.00
Acara selesai, parta santriwan dan santriwati pilang keasrama masing-masing, jiwa yang terang dalam ketenangan telah kembali. Shalawat bersama, melihat Abu, doa Abiya, dan ceramah Abi Nasruddin telah membuat jiwa penghuni Ma’had bak tersirami dingin air es dipadang sahara, menerangi dalam gelap malam, menyejukkan dalam kegerahan, mendamaikan dalam kegelisahan, dan menambah semangat juang untuk tetap bertahan dalam kemerosotan , tetap bertahan untuk kemenangan.

“Muhammad Nabi, Kekasih Ilahi Rabbi, goresan emas Mengagunggkan nama-Mu, Dan suara emas menyenandungkan nama-Mu Hanya syafa’at-Mu cita-cita Dan keinginan kami, Limpahkan itu kepada kami Wahai Baginda Muhammad SAW Diakhirat nanti.

 By : Great Ladies-Ls-el Arakindy

Related

Cerbung 8955104278038857465

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

Ngaji

item