umdah

Bahaya HIV/AIDS dan Pergaulan Bebas (Opini)

Umdah.Co- Pergaulan bebas tidak lagi asing kalau diceritakan di zaman ini bahkan hal ini menjadi topik dan kegiatan yang sering dilakukan dengan dalih modernisasi dan hak azasi manusia serta kebebasan berekspesi dan lain sebagainya, sungguh sangat mengecewakan  dan penuh kekhawatiran saat dunia amerika serikat mendeklarasikan free sex di tahun 1982 padahal itulah metode pembunuhan generasi dan perusak hakikat serta fitrah manusia, free sex berawal dari pergaulan bebas yang mana dalam anggapan sebagian orang merupakan hal yang biasa, tapi maha suci Allah dengan segala kebenarannya telah menjadikan al-Quran sebagai pedoman untuk hidup dalam menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat, pergaulan bebas sudah diharamkan, ironisnya manusia yang lupa akan fitrah dirinya mencoba dan berhujjah untuk terus berlakunya pergaulan bebas masya Allah.

Bahaya penyakit  HIV/AIDS dan Pergaulan Bebas
Aceh merupakan daerah yang menjujung tinggi nilai adat budaya dan agama yang mana pergaulan bebas merupakan hal yang menyalahi undang-undang daerah dan agama, tapi hal ini sudah berlanjut di aceh berawal dari sistem pendidikan sekuler yang berbasis metode barat peninggalan belanda yang diperkuat dengan dalil modernisasi, hemat penulis bermacam nama dan format yahudi yang digelar mulai dari pemakain simbol islam yang tujuannya ingin mengharcurkan islam dan manusia pada umumnya, pergaulan bebas ini merupakan penistaan terhadap syariat islam yang sedang digalakkan di bumi serambi mekah ini.

Akibat pergaulan bebas bermacam masalah timbul mulai dari terjangkitnya virus yang sangat berbahaya HIV/AIDS sampai kepada pelecehan hak manusia, diskriminasi terhadap perempuan, maka bagi perempuan yang ingin berjuang majulah untuk menolak pergaulan bebas, masih banyak wanita aceh banyak yang berjiwa cut nyak yang gigih dalam perjuangan menjaga harkat dan martabat agama nusa dan bangsa.

Dari segenap penelitian tentang dampak dari pergaulan bebas tercatat bahwa banyaknya anak diluar nikah, terjadinya aborsi dan terjangkitnya penyakit yang mematikan (HIV/AIDS) sampai kepada titik akhir pembunuhan, hal ini mengingatkan kita untuk bergerak dan berbuat apa yang kita bisa dalam upaya penanggulangan hal tersebut, penulis rasa media kampaye merupan salah satu cara penanggulangan berbahayanya bergaulan bebas dan HIV/AIDS.

Media kampanye, apapun isunya, sebenarnya sangat beragam. Jika media massa dapat menjangkau banyak orang, ada media lain yang bisa menjangkau target yang sangat spesifik. Misalnya saja menggunakan pemuka agama, pemangku adat, atau melalui kesenian.

Kampanye bahaya HIV/AIDS sudah mulai sekitar 1997 di Indoneisa. Epidemi HIV/AIDS menyebar sangat cepat dan dapat menginfeksi sekitar 60 juta orang di seluruh dunia. Di Indonesia, berdasarkan data Komisi Penanggulangan Aids, setiap harinya ada 169 orang yang terinfeksi baru dan ada 90 kasus kematian karena AIDS.

Untuk mengampanyekan bahaya HIV/AIDS, menurut penulis ada lima saluran kampanye yang insya Allah dapat memahami segenap insan tentang berbahayanya HIV/AID serta mengupakan sebab terjangkitnya virus tersebut, yakni dunia kerja, kawasan pelabuhan terpadu, kesenian budaya tradisional, media massa, dan institusi pendidikan.

Sebenarnya, pendidikan HIV/AIDS tak melulu dilakukan pendidik atau guru, tapi juga bisa dilakukan teman sebaya. Menurut Kepala Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani Departemen Pendidikan Nasional , peserta didik dapat juga berpartisispasi dalam kegiatan kampanye. 

Selain itu, kampanya pencegahan HIV/AIDS bisa juga dengan memberikan kecakapan untuk hidup sehat bagi siswa SD, SMP, dan SMA. Pada dasarnya, setiap anak memiliki sejumlah kecakapan, seperti mengambil keputusan, memecahkan masalah, berpikir kritis, kreatif, membina hubungan antar pribadi, mengatasi emosi, dan mengatasi stress.

Segala kecakapan tersebut merupakan alat yang efektif untuk mendorong remaja bertindak positif, memiliki inisiatif, dan mengendalikan diri. Tentunya, kecakapan tersebut juga harus dibekali dengan informasi umum seputar HIV/AIDS. Paling tidak, ada lima informasi yang harus dipahami anak, yaitu apa itu AIDS, mengapa berbahaya, bagaimana penularannya, cara pencegahan, dan apa yang dapat dilakukan untuk ikut menanggulangi AIDS. Harus disadari zaman dulu aceh mengenal penyakit taa'euen yang mana penyakit tersebut dikenal mematikan bagi si penderita, seiring dengan perjalanan waktu penyakit tersebut menghilang tapi menurut penulis penyakit ta'euen zaman sekarang adalah HIV/AIDS karena membawa malapetaka bagi alam semesta. Ta'euen di zaman dulu menjadi perbincangan yang sangat mengkhawatirkan yang merenggut ratusan nyawa, itu mungking bisa dikatakan alami tanpa proses manusia, tapi di era modern ini HIV/AIDS juga bisa dikatakan wabah yang melebihi bahayanya dari pada wabah ta'euen zaman dulu karena virus tersebut berawal dari perbuatan manusia yang melanggar perintah Allah Swt (free sex),
Bahaya penyakit HIV/AIDS dan Pergaulan Bebas (Opini)

Dari amatan peneliti Indonesia bahwa aceh merupakan daerah yang teriveksi virus tersebut terbilang 0,23 persen hal ini mungkin menjadi perhatiyan kita kenapa hal tersebut bisa terjadi, atau memang karena dunia mau kiamat karena tingkah dan sikap kita yang justru membelakangi syariat, sekarang coba kita renungkangkan, dan mari tanya pada diri kita masing-masing, apa yang sudah kita lakukakan untuk menyelamatkan anak dan moral bangsa? Atau memang itu bukan urusan kita! Atau justru kelengahan pihak pemerintahan dalam menjaga roda pergaulan remaja sehingga sudah bebas sebebasnya, Atau mungkin karena ketidakseriusan pemerintah dalam mendukung tegaknya syariat secara kaffah!,penulis hanya bisa berdoa yang terbaik bagi mereka moga Allah mengampuninya dari sikap yang melampau batas.

Tapi penulis masih teringat kata sesepuh dalam agama bahwa (Abon tanjungan) " segala yang telah dilarang Allah Swt kalau dilakukan justru akan memberi danpak yang negatif di mata alam dan dunia, karena Dia Maha tahu dan Maha mengerti dengan segala hal ihwal hambanya'', percaya atau tidak itulah kata sesepuh kami.

Bermacam masalah timbul karena ulah kita manusia dari hal itu mungki kita terus mencoba mencari solusi maka penulis rasa titik sentral penggulangan HIV/AIDS adalah agama penangkal paling ampuh dalam mengatasi lebih luasnya penyebaran Human Immunodeficiensy Virus and Ackuired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS) dikalangan masyarakat yang memiliki prilaku menyimpang dengan syariat agama.

Maka harapan kita kepada pemerintah agar lebih serius dalam menanggapi penerapan syariat secara kaffah karena kebijakan tampa realisasi lapangan cenderung mengecewakan rakyat, sekarang yang harus pemimpin utamakan kehendak rakyat bukan kehendak kaum liberalis, pluralis dan sekuleris, yang rakyat inginkan adalah aceh kembali kepada fitrahnya dalam penerapan syariat yang sebenarnya.
Maka pembangunan Aceh saat ini yang sedang gencar-gencarnya tidak seharusnya hanya dilihat dari perspektif ekonomi saja, tetapi juga tidak bisa terlepas dari masalah kebudayaan dan agama yang menjadi bagian terintegrasi dalam masyarakat plural.

Lebih-lebih bagi masyarakat aceh harga mati dalam mempertahankan agama dari penistaan dan penodaan oleh segenap insan yang mengedepankan kepribadiaannya dalam hidup berbangsa dan bernegara.Wallahu a'lam bissawab.

Oleh: Al-‘Abbasy

Related

Opini 576059496351843539

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

Ngaji

item