umdah

Dakwah, Antara Kewajiban dan Pekerjaan

UMDAH.CO-- "Selama aku belajar di damaskus, semua pengajian yang aku ikuti di damaskus baik itu umum maupun privat tidak ada satupun ustad yang meminta honor, bahkan sama sekali tidak menerima bayaran, malah kami para pelajar yang sering diberi bantuan oleh para syaikh yang dikenal dengan nama "tauzi" kadang-kadang tauzi ini menjadi godaan tersendiri bagi para pelajar untuk hadir di pengajian kalau lagi malas, apalagi kalau sudah liat anak-anak Afrika ngumpul rame-rame itu menjadi tanda-tanda hahah, enak banget ya, udah dikasih ilmu, dikasih buku, diberi duit lagi. Tapi banyak juga yang memilih untuk menjadi sang pemimpi di rumah kayak aku. Dan banyak dari guruku yang aku kenal bahkan tidak mengambil honor mengajar mereka di kampus. Padahal itu hak mereka, dan agama nggak melarang. Tapi ini masalah prinsip.

Terus darimana penghasilan mereka untuk menghidupi keluarga? Nah ini dia yang menarik, hampir semua mereka punya pekerjaan masing-masing. Menjadi dai itu mereka anggap kewajiban bukan pekerjaan, sedangkan untuk profesi mereka akan mencarinya diluar itu tergantung keahlian masing-masing.

Syeikh hani syaal misalnya ustaz fiqh muqoran dan beliau bekerja sebagai penerjemah bahasa prancis di kantor PBB di damaskus itu di luar bisnis lain yang beliau lakukan. Lalu syaikh khair syaal, dosen hadis yang setiap harinya beliau meluangkan waktu sekitar 4 jam untuk bekerja sebagai dokter gigi di klinik pribadinya. Syeikh ali malla seorang dosen fiqh yang punya profesi sebagai pengacara, syeikh rusydi qalam faqih syafi yang juga seorang pedagang grosiran yang cukup sukses, syeikh samir anas ulama alquran dan juga dokter yang disela-sela prakteknya tetap mengajarkan murid-muridnya. Lalu syeikh hasan al-khiyami pakar ilmu kalam yang mempunyai klinik dan pusat riset dokter gigi terbesar di damaskus. Syeikh rajab dieb ulama besar yang punya bisnis dan perdangan kata seorang murid beliau kekayaan beliau milyaran lira suriah, syeikh riyadh oghli ustaz fiqh hanafi yang punya pabrik pembuatan kancing baku dan masih banyak ulama lain lagi.

Salah satu manfaatnya adalah menjaga wibawa seorang dai, diantara manfaatnya, mereka tidak bisa di iming-imingi dengan duit, mereka tidak butuh apa-apa dari umat selain mau belajar agama, terjauh dari fitnah seperti kata"dia itu berfatwa kayak gitu karena di kasih duit banyak sama orang kaya itu atau presiden itu", dan banyak manfaat lainnya. Ini bukanlah hal baru dalam islam, bahkan sebelum islam sekalipun ini sudah menjadi sunnah anbiya, hampir semua nabi punya pekerjaan sendiri. Nabi idris penjahit, nabi daud pandai besi, nabi zakariya tukang kayu, nabi muhammad pedagang, dll. Karena dai adalah sunnah para nabi maka bukankah para dai mengikuti sunnah para nabi alaihimus salam. Wallahua'lam


Cerita dari salah satu kawan kita di damaskus "Fauzan Inzaghi"












Related

Ulama 9068531277699255737

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

Ngaji

item