umdah

Jalan Keluar Dari Perbuatan Dosa

UMDAH.CO-- Ampunan dan pembersihan dosa adalah suatu keuntungan yang sangat besar bagi seorang hamba. Ini juga bisa menjadi alat bagi seorang manusia untuk tidak mengulangi kembali melakukan perbuatan dosa, dan melanjutkan niat untuk bertaubat. Sesungguhnya Allah kuasa menunjukan jalan yang benar.

Perbuatan Dosa

Sedangkan dosa itu sendiri terbagi atas tiga bagian: 


1. Dosa karena meninggalkan pekerjaan yang diwajibkan oleh Allah. Seperti meninggalkan shalat, atau jika mau mengerjakan dengan memakai pakaian yang bernajis dan niat yang tidak benar. Meninggalkan puasa, meninggalkan zakat, dan lain sebagainya. Jalan keluar adalah membayarnya secara beransur-ansur, sebanyak-banyaknya dan sekuat tenaga.

2. Dosa antara kita dengan Allah. Seperti meminum minuman keras, memukul tabuhan sehingga membuat kita melupakan Allah, makan riba dan sebagainya.

Jalan keluarnya adalah, setelah kita melakukannya, kita harus menyesali dan berniat dengan sungguh-sungguh untuk tidak mengulangi kembali selama-lamanya. Kemudian mengerjakan kebaikan yang setimpal dengan dosa-dosa yang telah diperbuat, sebagaimana sabda Rasulullah SAW.

“Bertakwalah kamu dalam keadaan bagaimanapun. Dan iringilah itu, dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapuskannya dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.” (H.R. Turmudsi)

إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ

Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu dapat menghapus dosa-dosa dari pekerjaan yang buruk...........” (hud 114)

Karenanya, akan terhapus dosa minum arak dengan menyedekahkan minuman halal yang baik. Dan akan tertebus dosa karena sering mendengarkan bacaan ayat-ayat Al-quran atau mendengarkan berbagai ilmu pada tiap-tiap majlis zikir dan ilmu. Jika seseorang pernah duduk di dalam masjid padahal ia sedang junub, tertebuslah dengan sebab dia iktikaf sambil memperbanyak ibadat dan berzikir. Dan jika ia pernah memakan riba, tebuslah dengan memperbanyak sedekah berupa makanan yang halal.

Demikian seterusnya, meskipun menghitung-hitung dosa itu tidak pernah tepat namun ini suatu cara untuk mengimbanginya, ibarat mengobati penyakit panas dengan obat yang dapat membuatnya dingin, agar terwujud keseimbangan yang diperlukan. Demikian pula jika hati menjadi hitam karena dosa, tidak akan ada yang menghapuskannya selain cahaya yang memancarkan dari pekerjaan taat. Selain itu percaya kepada Allah sangatlah penting, begitulah kedudukan dosa dari seorang hamba terhadap Allah harus langsung meminta keampunanNya.

3. Dosa antar sesama , hal itu yang paling sukar dan berat. Sebab hal itu timbul dari lima perkara

  • Menyangkut urusan harta 
  • Masalah priabadi 
  • Masalah perasaan 
  • Masalah kehormatan 
  • Masalah agama. 
Dosa yang timbul dari masalah harta, seperti merampas harta orang, khianat, memalsukan barang, mengurangi takaran, memeras buruh, dan lain sebagainya. Untuk membersihkan dosa-dosa tersebut seseorang wajib mengembalikan hak-hak itu kepada pihak yang telah dirugikan. Jika tidak mampu, karena fakir misalnya, wajib baginya agar meminta kehalalan dari orang-orang yang bersangkutan.

Dan jika ini pun tidak bisa dilakukan karena bersangkutan telah meninggal dunia misalnya, hendaknya seseorang itu memperbanyak bersedekah. Jika hal itu pun tidak mampu dilakukan, perbanyaklah melakukan kebaikan. Sehingga dalam perhitungan di hari akhirat nanti kebaikannya cukup memadai untuk menggantikan hak-hak yang bersangkutan.

Itulah jalan yang harus ditempuh oleh setiap individu, yang bertobat guna mengembalikan hak-hak orang yang di zalimi. Kemudian bermohonlah dengan kerendahan hati, lahir dan batin. Sehingga Allah meridainya pada hari kiamat.

Sedangkan dosa yang ditimbulkan karena berbuat zalim terhadap orang lain, seperti membunuh, menfitnah, hendaknya kita meberitaukan kesempatan kepada walinya untuk membalas atau untuk memafkannya. Jika hal itu tidak dapat di laksanakan, kembalilah kepada Allah dan mohon dengan ikhlas agar yang bersangkutan meridainya pada hari kiamat. Adapun berbuat zalim terhadap perasaan orang lain seperti mengupat mengunjing, menuduh atau memaki hendaknya kita memberitaukan kepada orang yang mendengarkan, bahwa sesungguhnya telah berbohong. Setelah itu mintalah maaf kepada orang yang telah di rugikan.

Tetapi, jika hal itu tidak dapat di lakukan karena khawatir yang bersangkutan akan marah atau menimbulkan fitnah, maka bermohonlah kepada Allah agar yang bersangkutan meridai kita. Setelah itu berbuatlah kebaikan sebanyak-banyaknya sebagai pengganti atas sakit hatinya. Dan perbanyaklah membaca istighfar untuk orang itu.

Sedangkan zalim karena melanggar kehormatan orang lain, seperti mengkhianati kehormatannya atau anak istri dan kerabatnya tidak ada jalan lain kecuali minta maaf kepada yang bersangkutan. Sebab hal itu akan menimbulkan fitnah dan kemarahan yang sangat. Satu-satunya jalan adalah memohon ke pada Allah agar orang itu meridai kita, dan agar memberikan kebaikan yang setimpal dengan kerugiannya. Akan tetapi, kalau misalnya aman dari pada fitnah meminta maaf kepada yang bersangkutan adalah lebih utama.

Adapun zalim dalam urusan agama seperti mengkufurkan orang lain, membid’ahkannya, atau menuduhnya sesat, penyelesaiannya cukup sulit. Sebab, yang bersangkutan harus mengakui kebohongannya, kemudian meminta maaf jika hal itu mungkin di lakukan. Tetapi, jika tindakan itu tidak mungkin di lakukan, bermohonlah dengan ikhlas kepada Allah agar yang bersangkutan memaafkan kita.

Dalam hal ini, apabila dapat meminta maaf kepada yang bersangkutan, lakukanlah. Akan tetapi jika tidak, mintalah kepada Allah dengan merendahkan diri, serta memperbanyak sedekah kepada orang fakir dengan harta yang halal, agar Allah menjadikan yang bersangkutan memaafkan kita semoga Allah mengampuni segala dosa-dosa yang telah kita perbuat hidup ini tidak luput daripada dosa setiap langkah, perkataan yang kita keluarkan kadang selalu di selimuti oleh perbuatan dosa maka mintaalah keampunan Allah semoga kita terlepas di hari kiamat nanti. Amin ya Rabbal’alamin.............

Related

tashauf 5401631516759180009

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

Ngaji

item