umdah

Hak-hak Muslim Terhadap Saudaranya

UMDAH.CO -- Dalam artikel sebelumnya, kita telah membahas secara ringkas hak-hak seorang anak terhadap orang tuanya. Dalam kesempatan kali ini kita akan mengkaji tentang hak-hak seseorang terhadap saudaranya.

Saudara yang dimaksud di sini adalah saudara yang memiliki hubungan tali kasih sayang (rahim) atau bisa distilahkan dengan kerabat, bukan saudara seagama, saudara sebangsa dan semisalnya.

Hak-hak Muslim Terhadap Saudaranya


Diantara hak yang harus dipenuhi oleh seseorang kepada saudaranya adalah menyambung silaturrahmi. Ini bukan hanya tuntutan sosial agar terjadi keharmonisan dalam bermasyarakat, lebih jauh ini merupakan perintah Allah SWT terhadap hamba-Nya untuk menyambung silaturrahmi dan melarang untuk memutuskannya.

Nabi SAW bersabda: Allah Ta’ala berfirman

انا الرحمن وهذه الرحم اشتققت لها اسما من اسمى فمنن وصلها وصلته ومن قطعها بتته 

“Aku Yang Maha Pengasih, kasih sayang kuambil dari nama dari pada namaku, seseorang yang menyambungnya, aku menyambungnya, siapa yang memutuskan, aku putuskan!”

Dengan menyambung silaturrahmi, seseorang tidak hanya telah menjalankan perintah Allah SWT, namun ia turut membina suatu relasi yang dikemudian hari dapat memudahkan rezeki. Hal ini telah dijanjikan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya:

"Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah silaturrahmi"

Diluaskan rezeki di sini bukan berarti dengan menyambung silaturrahmi kita akan mendapatkan sedekah atau oleh-oleh dari saudara kita, namun ini bisa berarti diberikan jalan seluas-luasnya agar rezeki semakin mudah. Dengan adanya saudara, segala informasi tentang pekerjaan yang cocok dengan kita akan dengan gampang kita dapatkan. Nah, bila kita hidup sendiri, ada saudara kita putuskan, bukankah peluang semisal ini tidak ada.

Selanjutnya, setelah kita menyambung silaturrahmi, kita berkewajiban untuk menjaga dan memeliharanya. Tidak boleh kita menyakiti mereka, baik itu dengan perkataan maupun dengan perbuatan. Tidak ada beda menyakiti badan atau menyakiti fisik, sebaliknya kita harus membuat mereka bahagia dengan kehadiran kita di sisi mereka. Bahkan bila ada orang yang menyakiti mereka, kita harus membelanya sekuat tenaga. Kalau bukan kita yang membela mereka, terus siapa lagi yang sudi? Pepatah mengatakan, "Darah lebih kental daripada air". Maksudnya, kita harus membela orang yang mempunyai hubungan darah dengan kita, sekuat tenaga. Tentu saja itu pada masalah kebaikan. Tidak ada gunanya kita membela mereka untuk membuat kerusakan.

Itulah sebagian kecil hak-hak saudara yang harus kita penuhi dalam mengarungi bahtera kehidupan di dunia fana ini. Tidak ada gunanya kita bermusuh-musuhan, terlebih dengan saudara yang senasab dan sedarah. Dunia akan sempit, hidup akan melarat, pada akhirnya menjerumuskan dalam neraka. Nauzubillah!

Penulis: al-Qurafi

Related

Ngaji 2221582756383345721

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

Ngaji

item