umdah

Beberapa Dakwaan Khawarij/Wahabi dan Bantahannya

Umdah- Dakwaan Wahabi  beserta tuduhan-tuduhan aneh dari mereka kepada kaum muslimin adalah hal yang biasa, menuduh kafir, bid'ah, khurafat. Seperti biasa, apa yang mereka tuduhkan bukan hal baru. Hanya kadang mereka tidak berani secara terang-terangan menuduh kita, karena mereka tidak seberapa jumlahnya di banding dengan kita. Beda halnya di negara-negara yang mayoritas dikuasai mereka, seperti Arab Saudi. Di sana, mereka bisa terang-terangan menuduh musyrik, kafir dan lain sebagainya. Ini di buktikan dengan penghancuran besar-besaran kepada kuburan-kuburan sahabat dan keluarga Rasulullah saw. Hanya Kuburan Rasulullah yang tidak berani mereka hancurkan, karena akan memicu kemarahan umat muslim di seluruh dunia. Berikut ini sedikit ulasan tentang dakwaan dan bantahan kita terhadap kaum yang menjadi salah satu fitnah paling besar di muka bumi.

1.Mengingkari kerasulan dan kenabian nabi Adam. Jawaban kita: “ seluruh umat beragama sepakat bahwa Adam adalah nabi yang pertama. Abu Mansur al Bagdadi dalam kitab Usul al din hal. 157-159 mengutip ijma’ dalam hal ini. Allah ta’ala berfirman: 

إِنَّ اللهَ اصْطَفَى آدَمَ وَنُوْحًا .

Allah telah memilih Adam dan Nuh.

2. Mereka melarang dan mengharamkan Adzan kedua dalam shalat jum’at. Jawaban kita : yang menetapkan adanya adzan tersebut adalah Dzunnurain Khalifah Utsman ibn Affan, seseorang yang oleh para malaikat malu kepada beliau. Apakah mereka lebih memahami agama dari pada menantu Rasulullah , sahabat dan khalifahnya yang ketiga sehingga menolak bid’ah hasanah ini. 

3. Mereka melarang dan mengharamkan membaca shalawat kepada Nabi setelah adzan dengan suara keras. Jawaban kita:

 إِنَّ اللهََ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِي يَاأَيُّهَا الذِيْنَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا

Sesungguhnya Allah dan Malaikat bershalawat kepada Nabi, wahai orang-orang beriman bershalawat olehmu kepada nabi dan salam.



Ini jelas dan nyata sebagai dalil berselawat dengan suara keras setelah adzan adalah bid’ah yang disunnahkan. Nabi bersabda:

 إِذَا سَمِعْتُمْ المُؤَذِّنَ فَقُوْلوُا مِثْلَمَا يَقُوْلُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ 

“Apabila kalian mendengar adzan para muaddzin maka ucapkanlah seperti yang ia ucapkan kemudian bershlawatlah kepadanya”. (Hadits diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab ash-Shalat). 

Dan sabda Nabi:

 مَنْ ذَكَرَنِي فَلْيُصَلِّ عَلَيَّ 

 “Barang siapa yang menyebutku hendaknya ia berselawat kepadaku”. (Diriwayatkan oleh al Hafidz as-Sakhawi). 
[next]
4. Kaum Wahabi mengharamkan/ Membid’ahkan penggunaan subhah (tasbih), mereka menentang apa yang telah disepakati oleh Nabi, karena saat Nabi lewat di depan salah seorang sahabat perempuan yang sedang bertasbih dengan kerikil beliau tidak mengingkarinya. Diriwayatkan oleh al Tirmidzi, al Thabarani dan Ibn Hibban. 

5. Wahabi mengharamkan membaca tahlil saat mengantar jenazah. Ini bertentangan dengan Al Qur’an, Allah ta’ala berfirman:

 اذْكُرُوا اللهَ ذِكْرًا كَثِيْرًا .

"sebutlah Allah akan sebagain sebutan yang banyak"

6.Wahabi mengharamkan membaca al Qur’an untuk mayat muslim meskipun fatihah. Padahal tidak ada penjelasan dalam syari’at yang mengharamkan hal itu, Allah ta’ala berfirman:

 وَافْعَلوُا الخَيْرَ 

"Dan lakukanlah kebaikan "

dakwaan beserta bantahan wahabi

dalam  hadits: 

اقْرَءُوا عَلَى مَوْتَاكُمْ يس 

 ”Bacalah Yasin pada orang-orang meninggal di antara kalian”.

 Diriwayatkan oleh Ibn Hibban dan dishahihkannya dan ijma’ Ahlussunnah membolehkannya dan bermanfaat bagi si mayit. Imam Syafi’i mengatakan: ”Apabila mereka membaca sebagian dari al Qur’an di kuburan maka hal itu baik dan apabila mereka membaca keseluruhan al Qur’an maka itu lebih baik”. Dikutip oleh al Nawawi dalam kitab Riyadh as Shalihin.

7. Kaum Wahabi mengharamkan umat Islam merayakan peringatan maulid Nabi yang mulia yang di dalamnya dilakukan perbuatan-perbatan yang baik seperti membaca al Qur’an, memberi makan orang-orang fakir dan miskin, membaca sejarah Nabi dan orang Wahabi menganggapnya sebagai bid’ah yang buruk. Padahal mereka mewajibkan perayaan pkelahiran Imam besar mereka Muhammad bin Abdul Wahhab, Dalil bolehnya maulid nabi adalah firman Allah ta’ala: 

وَافْعَلوُا الخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ 

 "berbuat baiklah, engkau pasti akan mendapat kemenangan."

Dan hadits:

 مَنْ سَنَّ فِي الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا 

 ”Barangsiapa yang merintis kebaikan dalam Islam maka baginya pahala dari perbuatan tersebut”. (Diriwayatkan oleh Muslim). 

 Al Hafidz al Suyuti menulis risalah yang berjudul Husnul Maqshid fi ‘Amalil Maulid terdapat dalam kitabnya al Hawi lil Fatawa jilid 1 hal. 189-197, beliau mengatakan; kebanyakan orang yang sangat memperhatikan maulid Nabi adalah penduduk Mesir dan Syam. Kitab al Ajwibah al Mardhiyah (3/116-1120) 
[next]
8. Kaum Wahabi melarang dan mengharamkan bertabarruk dengan peninggalan-peninggalan Nabi dan orang-orang shalih. Padahal perkara itu dibolehkan dalilnya adalah firman Allah ta’ala, bercerita tentang nabi Yusuf: 

اذْهَبُوا بِقَمِيصِي هَذَا فَأَلْقُوهُ عَلَى وَجْهِ أَبِي يَأْتِ بَصِيرًا وَأْتُونِي بِأَهْلِكُمْ أَجْمَعِينَ /93 

 “Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini, lalu letakkanlah dia ke wajah ayahku, nanti ia akan melihat kembali; dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku”

 Dan hadits yang diriwayatkan oleh al Bukhari dan Muslim bahwa Nabi membagi-bagikan rambutnya di antara para shahabat agar mereka bertabarruk dengannya. Al Khatib al Baghdadi menceritakan bahwa imam Syafi’i mengatakan:

 إِنِّي لأَتَبَرَّكُ بِأَبِيْ حَنِيْفَةَ وَأَجِئُ إِلَى قَبْرِهِ كُلَّ يَوْمٍ 

 ”Sungguh aku bertabarruk dengan Abu Hanifah dan aku datang ke kuburannya setiap hari untuk berziarah”. 

 9. Kaum wahabi mengkafirkan orang yang bertawassul, beristighatsah dan meminta pertolongan pada selain Allah. Padahal itu semua adalah boleh dengan keyakinan bahwa tidak ada yang dapat menolak bahaya dan memberi manfaat kecuali Allah. Diriwayatkan bahwa Umar bertawassul dengan Abbas dan juga diriwayatkan Nabi menamakan hujan dengan mughits (penolong), Allah ta’ala berfirman:

 وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ

Minta tolong olehmu dengan sabar dan shalat. 

Dan hadits: 

 إِذَا أَصَابَ أَحَدَكُمْ عُرْجَةٌ فِي فَلاَةٍ مِنَ الأَرْضِ فَلْيُنَادِ يَا عِبادَ اللهِ أَغِيْثُوْا 

 “Apabila kalian tersesat di padang pasir maka hendaknya ia memanggil wahai hamba-hamba Allah tolonglah“. (Al Hafidz Ibn Hajar ). 

10. Kaum Wahabi menyerupakan Allah dengan sifat-sifat manusia dan bahwa dia bertempat di arah atas. Al Qur’an al Karim menyebutkan penafian serupaan, arah, tempat dan batasan pada Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman:

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَىْءُُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِير
 ”Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha mendengar dan Melihat”.

Dan firman Allah ta’ala:

 فَلاَ تَضْرِبُوا ِللهِ الأَمْثَال 

 “Janganlah kalian jadikan serupa-serupa bagi Allah”.

dan firmanNya:

 وَلمَ ْيَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ 

 “Dan tidak ada bagi-Nya serupaan seorangpun”. maksudnya tidak ada yang menyerupai Allah.
[next]
11. Kaum Wahabi mengharamkan ziarah ke makam Nabi dan menganggapnya sebagai perjalanan maksiat. Allah ta’ala berfirman:

 وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوْكَ 


dan ketika mereka itu menzalimi jiwa-jiwa mereka , niscaya datang oleh mereka kepadamu

 Nabi bersabda:

 مَنْ زَارَ قَبْرِيْ وَجَبَتْ لَهُ شَفَاعَتِيْ

 “Barangsiapa yang menziarahi makamku maka dia wajib mendapatkan syafa’atku”. (Diriwayatkan oleh al Daruquthni).

 Beliau juga bersabda: 

 مَنْ جَاءَنِي زَائِرًا لاَ يَهُمُّهُ إِلاَّ زِيَارَتِيْ كَانَ حَقًّا عَلَيَّ أَنْ أَكُوْنَ لَهُ شَفِيْعًا 

 “Barangsiapa yang mendatangiku sengaja untuk berziarah tidak ada tujuan lain kecuali untuk menziarahiku maka niscaya aku akan memintakan syafa’at baginya”. (Diriwayatkan oleh al Thabarani)

Demikian sedikit Uraian singkat tentang dakwaan dan bantahannya, semoga kita selalu menjadi orang yang menjaga amanah Allah dan Rasulnya, dalam menjalankan syariat. Wallahua'lam.

Related

Wahabi 8047048105020215215

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

Ngaji

item