umdah

Tips Dalam Berpidato

UMDAH.CO -- Menjadi Public speaking atau pembicara di depan publik merupakan impian semua orang, apalagi terhadap kalangan pesantren tentunya sangat membutuhkan keahlian atau kepiawaian dalam berbicara dan berdakwah untuk menyampaikan apasaja ilmu yang telah didapati selama ini.

Pidato mempunyai banyak ragam dan cara tersendiri tergantung tipikal atau karakter seorang orator, adakala model pidato santai, atau dengan nada keras, yang intinya semua sama, tergantung bagaimana seseorang itu mengemas isi yang ingin disampaikan kepada publik. Sebenarnya ada banyak cara untuk menjadikan pidato itu menjadi menarik untuk didengar oleh khalayak, apakah pidato dalam bentuk khutbah Jum'at, I'dul fitri, atau pidato-pidato acara keagamaan lainya.

Ada beberapa tips yang ingin penulis sampaikan agar pidato semakin indah dan menarik untuk didengar, semua itu terangkul dalam satu kata BASIS.
  1. Benar. Dalam berpidato apa yang kita sampaikan harus mempunyai keakuratan dalil apakah itu ayat atau hadis, ataupun perkataan para ulama. Sertakan salah satu itu dalam menyampaikan materi.
  2. Aplikatif. Pembahasan yang disampaikan setelah diikutsertakan dengan dalil, seorang pembicara harus bisa mengaplikasikan dalam konteks kekinian. Angkatlah isu-isu terbaru supaya pendengar mudah dalam memahami.
  3. Simple. Seorang pembicara setelah menguasai kedua sub tersebut, usahakan pembahasannya simpel, tidak bertele-tele, jangan terlalu rumit, dan pilihlah kalimat-kalimat yang mudah dicerna oleh masyarakat, serta bahan yang tentunya up to date. Tentunya jangan mengulang-ugulang masalah yang sama.
  4. Inovatif. Penulis berani mengatakan inovatif adalah bagian terpenting dalam berpidato. Hebat atau tidaknya seorang pembicara sangat tergantung dalam satu kalimat tersebut, maksudnya adalah sejauh mana seorang pembicara berhasil membuat inovasi terhadap bahan ceramahnya, agar si sami' senang dalam mendengar. Salah satunya membuat guyunan segar, namun ingat, itu salah -satunya, bisa saja dengan nada pidato, diksi, kisah, isi-isi yang sangat dibutuhkan oleh audien, dan lain sebagainya, tergantung keahlian atau skil individu sang orator.
  5. Solutif. Seorang pembicara bukan hanya berbicara terhadap permasalahan,namun ia harus menpunyai solusi,apakah itu berbentuk hukum,atau solusi dalam masalah sosial,yang intinya mempunyai pegangan atau kesimpulan akhir bagi para pendengarnya.
Hanya itu sekelumit tips sederhana,barangkali bermanfaat bagi kita semua.

By:Zahrul fuadi

Related

Tips 3662901791481443712

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

Ngaji

item