umdah

Sukseskan Parade ASWAJA

R asa ketenangan kita selama ini sedikit terganggu dengan kehadiran kelompok yang hobi merusak kuburan, kelompok yang merasa dirinya pejuan...

Rasa ketenangan kita selama ini sedikit terganggu dengan kehadiran kelompok yang hobi merusak kuburan, kelompok yang merasa dirinya pejuang tauhid sejati, kelompok yang sambil meloncat dan berteriak mengatakan bid'ah, sebenarnya itu bukan hal yang baru, namun nampak baru ketika mereka mulai berani bersuara, dan itu akan sampai pada tahap siaga 1 jika mereka sudah bergerak, sekarang kita masih waspada dengan mulai bukanya mulut mereka, namun bisa saja jadi darurat saat telunjuk mereka sudah mulai bermain.

Bila kita menganalisa pegerakan mereka dinegeri ini, pada dasarnya mereka tidak memiliki massa yang cukup untuk mempejuangkan sebuah gerakan yang ekstrim, mereka hanya sebuah golongan minoritas dari kita yang mayoritas, namun barisan mereka diisi oleh orang-orang yang pandai membuat propaganda, cerdas dalam memutarbalikkan fakta, serta jenius dalam menjungkirbalikkan setiap dalil, yang kita sama sekali tidak berani menyentuhnya.

Bila ada yang bertanya, memang kenapa kita risih dengan kehadiran mereka disini? bukankah mereka bagian dari kita? kenapa kita belum dewasa dalam beragama? tidak butuh waktu lama,dan segudang dalil untuk menjawab pertanyaan 'pahlawan kesiangan'semacam itu. Tunjukkan suriah yang sekarang, tunjukkan Yaman, tunjukkan, tunjukkan kepada mereka, siapa yang bermain disitu, siapa yang memasak disitu sehingga baunya tercium sampai kerepublik ini. Kita yang ahlusunnah waljamaah tidak pernah terjebak dalam hal konyol seperti itu, kita masih sangat-sangat dewasa dalam beragama,kita masih sangat menghargai perbedaan, kita masih utuh dengan sifat musyawarah.

Namun bagaimana dengan mereka? Bagaimana? Di tangan mereka, wajah Islam yang lembut menjadi penuh kebencian dan caci maki, wajah yang diliputi kasih sayang menjadi penuh dendam dan hujatan. Memaksa orang lain hanya mengikuti pemahaman yang mereka miliki karena menganggap hanya pemahaman merekalah yang benar sedangkan yang lain salah, meskipun itu datang dari mayoritas ulama dan imam-imam mujtahid umat Islam.

Dan pada akhirnya,menganggap sesat siapa pun yang tidak sepaham dengan mereka bahkan dengan mudah mengkafirkannya. Mereka tidak akan pernah mengakui ini,justru mereka menyerang kita dengan ini, itulah yang saya sampaikan, mereka jenius dalam hal ini.

Aceh dengan ahlusunnah waljamahnya masih sangat siap untuk menghadapi golongan ekstrim tersebut, ulama kita menempuh berbagai alternatif untuk menahan lajunya perkembangan mereka di negeri ini, meskipun diklaim oleh mereka yang tidak memahami hakikat toleransi dengan tidak toleransinya kita dalam meyikapi perbedaan. Jika kita ingin negeri ini aman dari ekstremisme, terhindar dari perpecahan, menghargai kebudayaan,dewasa dalam beragama, hidup damai dalam bingkai ASWAJA, tahan laju mereka.

Seberapa pentingkah? Sepenting kita menahan laju air yang sedang pasang. Mari kita rapatkan barisan, ikuti arahan para masyaikh dalam melestarikan ASWAJA dinegeri ini dengan mengikuti langkah, atau petunjuk para ulama, kebetulan hari kamis (10-9-15) diadakan parade ASWAJA mari kita sukseskan, beri dukungan sepenuhnya untuk membuktikan bahwa kita masih cinta terhadap ASWAJA.


by. Zahrul Fuadi Sulaiman


Related

Wahabi 4959301916302207837

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

Ngaji

item