umdah

Sudahkah Anda Benar Menggunakan Facebook? Kalau Belum, Bacalah!



Umdah- Facebook adalah sebuah pisau yang bisa digunakan untuk hal positif dan negatif, tergantung bagaimana kita menggunakannya. Sisi positifnya mungkin jelas dan nyata, menyambung tali-silaturahmi, komunikasi dengan orang jauh, tahu informasi dunia luar dan lain sebagainya. Bahkan ada seorang pengguna Facebook dengan nama Edi Fadhil, mampu mengumpulkan dana untuk menmbangun rumah orang miskin di beberapa Kabupaten di Aceh, juga beasiswa kepada yatim piatu melalui Gerakan Mari Sekolah (GMS) yang digagas olehnya, juga hanya melalui akun facebook dan sudah membiayai beberapa anak yang sempat putus sekolah dengan donatur yang sebagianya hanya sempat berkenalan di Facebook, tanpa campur tangan pemerintah sedikitpun. Sisi negatif juga jelas bukan, ajang buka aurat, mengumbar nafsu, penipuan dan lain-lain sebagainya.

Selain itu Facebook juga punya sisi negatif lainnya, yang sebagian besar orang “awam facebook” hanya menganggapnya biasa tapi dianggap luar biasa oleh lainnya. Contoh yang paling besar adalah tulisan dalam status dan foto yang di upload. Sering kali terjadi pengguna awam tersebut dengan polosnya menulis status atau mengupload foto tidak pantas yang bisa menjatuhkan kharismanya atau marwahnya. Lebih parah lagi bila ia menulis tentang orang lain yang bisa jadi upat atau fitnah besar, atau mengupload foto yang bisa menjatuhkan orang lain tersebut.

Sebagai contoh, sepasang suami istri yang telah halal dunia-akhirat mengupload foto mesranya di akun Facebook, pantaskah demikian? Lebih-lebih lagi jika mereka public figure dalam bidang agama, bukankah orang akan mencelanya? Orang akan berkata “ bagaimana dia? Kok berani sekali pasang foto begituan? Dimana malunya?”. Subhanllah, bukankah public figure itu tidak boleh sembarangan, harus menjadi panutan yang baik bagi orang-orang non-figure.

Ini terlihat jelas dan nyata bagi orang yang mau berpikir jernih, satu tulisan yang dia posting, satu foto yang dia upload akan sangat berpengaruh baginya, sahabatnya, guru-gurunya atau bahkan lembaganya. Musuh akan menjadikannya sebagai senjata yang akan digunakan untuk melawan balik. Karena itu, kita harus sangat berhati-hati dalam menggunakan facebook, lebih-lebih lagi jika kita seorang public figure yang dikenal orang banyak. Atau bukan kita, tapi orang yang di sekitar kita yang jadi public figure, maka kita harus benar-benar memperhatikan jika ingin menulis status tentang mereka, membawa-bawa nama mereka dan yang lebih parah foto mereka, sebelum upload jika foto sendiri kita berpikir seribu kali maka untuk orang lain hendaklah berpikirlah seratus ribu kali.

Kenapa harus demikan ? karena satu postingan akan sangat berpengaruh kepada upat, fitnah, maksiat, meruntuhkan derajat, dan lain-lain sebaginya. Saran kami, sebelum memposting apa saja, berpikirlah dengan hati yang layak dan tenang, apakah layak? Pantas?

Facebook hanya salah satu contoh, begitu juga dengan media-media lain, penyebutan Facebook hanya karena dia merupakan akun yang paling banyak pengguna. Semoga menjadi renungan bagi hati yang bijak, mengingat banyaknya pengguna mulai dari yang masih belasan tahun hingga puluhan masih jadi pelanggannya. Wallahua’lam. 

by: Ibnu Aminah

Related

tashauf. 9093065632649983605

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

Ngaji

item