umdah

Potret Pendidikan di Aceh, Dulu dan Sekarang

UMDAH- Aceh dulu sangat dikenal dengan daerah yang menjungjung tinggi nilai agama, hal ini dapat dilihat dari kehidupan orang aceh itu sendiri lewat adat dan budaya kesehariaannya. Nilai agama ini ada karena di Aceh memepunyai tempat pendidikan agama (dayah) dan sekolah yang masih terjaga dari pengaruh akidah dan ajaran sesat. Masyarakat Aceh dulu seoalah tak pernah mendengar yang namanya Wahabi, Syiah, dan agama selain agama Islam. Mereka nyaman berubudiyah dengan mazhab Syafi'i ra. Sangat berbeda dengan kehidupan masyarakat aceh sekarang.


Seiring dengan kemajuan zaman, ada orang Aceh beranggapan, terbesit dalam hati bahwa pendidikan di Aceh sudah tak layak dan tidak sesuai lagi dengan tuntutan zaman, sehingga mereka mencari ilmu ke luar Aceh dengan harapan ilmu yang dibawa pulang nanti bisa diterima masyarakat Aceh. Mereka tidak tahu bahwa orang Aceh tidak mudah menerima sesuatu yang tidak sesuai dengan ajaran dan akidah yang mereka yakini. Intinya, kebanyakan masyarkat Aceh masih sangat kuat berpedoman pada akidah yang diajarkan oleh Imam Asy'ari dan Imam Maturidi,  sedangkan dalam bidang fiqh, masyarakat Aceh hanya mengenal mazhab Imam Syafi'i.

Tujuan pendidikan

Tujuan pendidikan yang sebenarnya adalah untuk mengubah akhlak manusia dari arah yang buruk kepada arah yang lebih baik, baik itu dalam beribadah kepada Allah SWT maupun dalam berinteraksi dengan masyarakat dan semua ciptaanNya. Intinya adalah untuk hidup yang lebih baik di dunia dan akhirat. Namun demikian, ulama tasauf tidak membatasi kepada menuntut dan mengamalkan yang syariah saja, tapi ada thariqat sebagai jalan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan menuju mahabbah-Nya. Ada hakikat dan makrifat sebagai jalan keselamatan dan kesejahteraan menuju jalan sampai ke pada Allah SWT.

Di Aceh masih ada tempat pendidkan yang masih sangat kental pendidikan agama yaitu dayah sebagai tempat memperoleh syariat. Masih banyak tempat suluk dan tempat khalut sebagai thariqat menuju mahabbah Allah SWT. Sementara hakikat dan makrifat bukan seuatu yang dapat diperoleh dari guru, tapi itu anugerah Allah SWT kepada hambaNya yang benar-benar menghambakan dirinya dan taat kepada Allah SWT lewat irsyad dari sang guru.

Sedianya mencari ilmu itu baik, terserah kemana pun kita mau agama tidak melarangnya, namun petaka datang bila kita ke luar Aceh hanya untuk mencari perbedaan, mencari ilmu syariat yang berlainan arah dengan yang sudah ada dalam masyaraarkat itu sangat sia-sia, hanya menimbulkan kekacauan dan permusuhan dalam masyarakat. Ilmu syariat dan thariqat masih banyak di Aceh. sementara hakikat dan makrifat juga masih ada guru dan ulama yang mampu membingbing untuk memperolehnya. tujuan akhir hidup adalah selamat dari neraka dan mendapatkan tempat di syurga. dunia inilah tempat penentuan hidup di akhrat.

Oleh: Tgk. Mazani Hanafiah

Related

Break 601780700774019190

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

Ngaji

item