umdah

Pesan Tgk. H. Sulaiman Pante Raja Kepada Wahabi Anti Mazhab

UMDAH- Mazhab adalah rantai untuk bersambung ilmu dengan Nabi. Semua kita bermazhab, tanpa kecuali mereka yang anti mazhab.

Mazhab adalah pola pikir, mengikuti pola pikir seseorang, berarti kita mengikuti pola pikir/mazhab seseorang itu.

Tentu saja di masa yang berperadaban dan berkebudayaan tidak mungkin melepaskan diri dari pola pikir masyarakat di sekelilingnnya. Jika hidup di suatu lingkungan maka orang tersebut pasti terkontaminasi dengan gaya/pola pikir lingkungan tersebut.

Orang jujur pasti mengakui tentang hal ini, hanya orang-orang sombong yang mengingkari tentang kenyataan ini.

Jika orang sombong itu melarang orang mengikuti pola pikir masyarakat di sekelilingnya, maka tanpa ia sadari bahwa ia mengajak orang lain untuk mengikuti pola pikirnya dan mengikuti mazhabnya.

Lucunya, ia melarang bermazhab akan tetapi dia mengajak bahkan memaksa orang lain untuk mengikuti mazhabnya, bukankah ini disebut dengan sombong?

Tgk. H. Sulaiman Pante Raja
Begitulah sekilas gambaran tentang bermazhab dan tanggapan terhadap golongan yang anti mazhab.
(Golongan anti mazhab berpendapat, kita tidak boleh bermazhab dan harus kembali pada ayat dan pada hadits, dan dengan bermazhab membuat ilmu makin sempit).
Mereka mnolak pada mazhab, dan pada waktu yang sama merekapun membangun mazhabnya sendiri yaitu anti mazhab, dan memaksa orang lain untuk mengikuti mazhabnya yaitu anti mazhab. Inilah salah satu indikasi tentang dangkalnya pemahaman mereka.

Ini jadi bukti penolakan mazhab suatu hal yang keliru, karena mereka sendiri tidak bisa memisahkan diri dari bermazhab.
Maka bermazhab mutlak diperlukan. Bagi yang jujur ia sangat berhati-hati dalam memilih mazhabnya, apalagi pada masalah agama.

Islam merupakan risalah baginda Nabi, apa saja yg terkandung dalam Islam merupakan percontohan ataupun persetujuan dari Nabi.
Kemudian Nabi mengamanahkan kepada para sahabat. Sebagai pemegang amanah, sahabat tentu saja sangat hati-hati dan sangat mengerti tentang risalah yang diamanahkan.

Kemudian merekapun mengamanahkan kepada generasi berikutnya yaitu pengikut sahabat dan kpd pengikut yg mengikuti sahabat (tabi'in dan tabi'tabi'in). Begitulah seterusnya.

Mazhab yang empat merupakan bagian dari yang menerima amanah tersebut, mereka semuanya berguru secara langsung pada generasi sebelumnya sehingga bersambung dengan Nabi.

Imam Hanafi dan Imam Malik yang berguru kepada sahabat (tabi'in) dan Imam Syafie dan Imam Hambali yang berguru pada murid-murid sahabat (tabi' tabi'in).
Dengan demikian tentu saja mengikuti imam mazhab adalah mengikuti sahabat, mengikuti sahabat adalah mengikuti Nabi.

Boleh juga dikatakan, Nabi mengajarkan sahabatnya dan sahabat mengajarkan murid-muridnya termasuk Imam Hanafi dan Imam Malik, dan murid-murid dari sahabat Nabi mengajarkan murid-muridnya termasuk Imam Syafie dan Imam Hambali.

Maka Ilmu dalam mazhab adalah hasil turun temurun dari Nabi dalam istilah Aceh disebut dengan ilmu penulang.
Di sisi lain agama ini adalah hikayah dan penafsiran dari Ayat dan hadits, dalam soal ini tentu saja hikayah dan penafsiran mereka sangat tepat dan akurat, karena mereka berguru secara langsung pada orang-orang yang lansung berguru pada Nabi dan masanya pun lebih dekat dengan masa Nabi.

Maka bermazhab dengan mazhab yang empat merupakan sarana untuk menjaga kemurnian dan keabsahan risalah Nabi. Tidak untuk membuat ruang lingkup makin sempit.

Mazhab lain di luar dari mazhab yang empat seperti mazhab wahabi ini bisa dipastikan keliru, karena muncul mazhab ini setelah 1000 tahun wafatnya Nabi. Ini suatu masa yang sangat jauh dan lama dan bisa dipastikan penafsiran mereka keliru bahkan sesat. Karena tidak mungkin orang yang baru lahir, menafsirkan amanah Nabi yang lebih terdahulu 1000 tahun ke belakang dari mereka, apalagi mereka tidak menerima dan menolak berguru pada Ulama yang sanadnya bersambung kepada Nabi.

Mari, ajak semua umat Islam untuk kembali kepada mazhab yang empat, demi kemurnian nilai-nilai agama yang kita cintai. Wallauhu A'lam.

Penulis: Tgk. H. Sulaiman
Hasan
Pimpinan Majelis Zikra al-Hasani MUDI Samalanga

Related

Wahabi 2951878399849365679

Posting Komentar Default Comments

  1. Siapakah yang dimaksud Wahabi itu apakah Wahab bin Rackman bin Rustum
    atau Syeik Muhammad bin Abdul Wahab bin Sulaiman

    BalasHapus

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

Ngaji

item