umdah

Kewajiban Seorang Anak Terhadap Orangtua

UMDAH - Dalam kehidupan metropolitan saat ini, kewajiban seorang anak terhadap orangtua telah banyak dilupakan. Sungguh miris melihat di setiap surat kabar dan berbagai media selalu pelecehan dan siksaan bagi orangtua terjadi di sekitar kita. Salah satu penyebab makin kurangnya penghormatan seorang anak terhadap orang yang telah melahirkannya adalah karena pendidikan yang diterimanya tidak seimbang dengan pengaruh jahat yang saban hari masuk dalam kehidupannya.

Oleh karena itu, pelajaran tentang kewajiban seorang anak terhadap orangtuanya perlu digalakkan lagi, agar tidak menjadi tabu di kemudian hari.

Hak-hak Seorang Anak Terhadap Orangtua

Entah siapapun manusia itu, pasti orang yang paling berjasa terhadap dirinya adalah orang tuanya. Jasa orang tua tidak akan pernah ada yang bisa membayarnya, atau tidak ada yang dapat menyamainya bagi seseorang. Ini beberapa illatnya:

#1 Telah melahirkan

Betapapun hebatnya kita, atau betapa eloknya kita saat ini, itu semua tidak akan ada bila mereka tidak melahirkan kita. Mereka lah yang menjadi sebab lahirnya kita ke dunia ini. Tanpa mereka, kita hanya fana tanpa wujud.
[next]
Mungkin kita memungkirinya dengan mengatakan, "Aku tidak pernah menyuruh mereka melahirkanku, untuk apa aku harus mengabdi kepada mereka". Ya, bila mau tentunya mereka akan menjawab, "Andaikan kami tahu engkau menjadi bangsat seperti ini, siapa sudi melahirkanmu. Sudah semenjak berwujud seonggok daging engkau kami buang ke parit". Namun rata-rata orangtua tidak akan mengatakan seperti ini. Kasih sayang mereka terlalu besar untuk dikalahkan emosi murahan. Bila anak mereka terlalu jahat, yang bisa mereka lakukan hanya diam dan menangis. Tak jarang mereka malah menyalahkan diri mereka sendiri yang kurang cakap dalam mendidik.

Bila kita orang berbudi layaknya manusia, kita tidak akan melupakan jasa terbesar ini. Sebaliknya kita akan menjadikannya sebagai alasan utama untuk mengabdi dan menunaikan hak-hak mereka. Terlebih ibu, sakit dan capai lelahnya dalam melahirkan dan mengandung tidak terkira. Bagi lelaki malah tidak berani membayangkannya. Bagaimana mungkin kita melupakan jerih payah mereka ini?

Jika kita melihat sang ibu, bagaimana selama 9 bulan telah mengandung dengan susah payah, bahkan ketika melahirkan, seorang ibu harus bergulat dengan kematian, seakan kaki kanan di akhirat dan kaki kiri di dunia, semua itu dilakukan demi sang anak tercinta yang kelak diharpakan dapat menjadi sumber kebahagiaan terbesar mereka.

# 2 Memberikan nafkah

Ayah, siapa yang dapat menafikan jasanya kepada seorang anak. Berapa banyak hartanya telah dihabiskannya kepada kita, andai kita hitung mulai lahir hingga dewasa mungkin cukup untuk membeli mobil. Tak terkira berapa banyak cucuran keringat yang telah ditumpahkannya, tak terhitung berapa banyak kepedihan yang telah dialaminya untuk membesarkan kita. Suatu hal yang sukar kita mengerti sebelum kita benar-benar mempunyai anak sendiri.
[next]
Pernahkan engkau melihat seorang lelaki tua renta masih bekerja? Ya, dimanapun kita bisa menjumpai hal ini, karena hampir semua orang tua tidak bisa berleha-leha sedangkan anaknya kelaparan, atau tidak cukup pakaian. Ia lupa usia semakin senja, aturannya ketika ia sudah berumur 60 tahun ke atas, tugasnya tidak lagi memegang cangkul, atau mengotori dirinya di ladang. Seharusnya ia duduk di rumah, berzikir dan memperbanyak amalan. Anaknya lah yang menjadi cambuk bagi dirinya untuk terus dan terus bekerja.

Kewajiban Seorang Anak

Oleh karena itu, sudah sepantasnya seorang anak itu mencintai mereka dan menuruti segala keinginan mereka, kecuali pada yang haram dan dilarang agama. Sudah banyak kita dengar cerita bagaimana akibatnya bila melanggar perintah orang tua, bagaimana riwayat seorang anak yang mendurhakai ayah ibunya. Hanya saja kisah-kisah semisal ini telah mulai jauh dari telinga anak-anak sekarang sehingga apa yang dulunya sangat ditakuti sedikit demi sedikit pudar ditelah kesibukan manusia yang tiada henti.

Ingatlah, bahwa sesukses apapun kita, bila orang tua tidak meridhai, maka Allah juga tidak meridhaiNya. Ridha Allah pada ridha orang tua. Bila Allah tidak meridhai kita, untuk apakah hidup kita ini? Untuk apakah harta bergelimang mengelilingi kita?

Allah SWT. berfirman;

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Artinya: Dan Tuhanmu memerintahkanmu untuk tidak menyembah kecuali kepadaNya, dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik – baiknya, jika salah seorang diantara keduanya atau keduanya telah berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka jangan sekali – kali kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlahkepada mereka ucapan yang mulia. [Q.S al-Isra 23]

Nabi Muhammad SAW bersabda: ”Surga dibawah telapak kaki ibu “ Dalam hadis yang lain dikatakan : “Ridha Allah ada dalam ridha orang tua, dan murka Allah ada dalam murka orang tua”.

Diantara hal lainnya yang harus diperhatikan seorang anak adalah tidak berlaku sopan santun di depan mereka. Walau bagaimana pun kita kesal dengan mereka, tidak boleh kita melampiaskannya. Karena bila hati mereka tersakiti, kita bisa kualat (teumeureuka dalam bahasa Aceh).

Semoga tulisan hak dan kewajiban anak terhadap orang tua ini dapat bermanfaat dan menjadi renungan bagi kita sudah sejauh mana kita membahagiakan mereka. Sekian. Wallahu a'lam

Penulis: Muhammad al-Qurafi
Editor: Ibnu Abdillah 

Related

tashauf. 4250293408619668150

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

Ngaji

item