umdah

Jalan Menuju Taqwa

UMDAH-- Sering kita mendengar petuah guru tentang harusnya seorang insan bertaqwa kepada Allah swt. Bahkan Allah menyebutkan sebaik-baik manusia adalah yang bertaqwa. Nah, apa itu taqwa? Dan bagaimana jalan untuk menuju kepada taqwa itu?

Taqwa adalah menuruti segala perintah Allah yang Maha Tinggi dan Maha Besar serta menjauhi segala larangan-Nya, baik itu secara tersembunyi maupun terang-terangan.

Taqwa baru dianggap sempurna bila seorang insan sudah mengisi segala waktunya dengan kebaikan dan membuang jauh-jauh dari kehidupannya segala keburukan dan kemaksiatan. Bila itu belum sanggup dilaksanakan, insan tersebut belum mempunyai taqwa yang sempurna.

Taqwa

Sebab-sebab yang menumbuhkan taqwa

1. Kehinaan diri

Seorang insan yang mau memperhatikan dan merenung bahwa dia hanyalah hamba yang hina dina, dimana tidak berdaya terhadap dirinya sendiri, nyawanya bisa dicabut kapan saja, sedangkan Tuhannya adalah yang maha perkasa dan kuat, ia pasti tidak akan berani mendurhakai dan membangkang segala perintah-Nya, sedikitpun tidak.

2. Mengingat kematian

Mengingat kematian juga termasuk salah satu jalan untuk mencapai ketaqwaan. Dengan mengingat kematian, ia akan sadar bahwa ketika ia meninggalkan dunia fana ini, ia hanya mempunyai dua pilihan, Surga dan Neraka. Tidak ada pilihan ketiga. Untuk mencapai surga, tidak boleh tidak ia harus mempunyai amalan kebaikan sendiri. Seluruh familinya,entah betapa dekat pun tidak bisa membantunya. Ia tidak bisa mengandalkan orang lain sama sekali saat itu. Tergeraklah hatinya untuk membantu beribadah seyakin-yakinnya, membantu sesama muslim tanpa pamrih, dan menunaikan hak-haknya terhadap Allah dan manusia.

Bila ia tidak mempunyai segala kebaikan itu, secara pasti ia akan dilemparkan ke dalam Neraka, tidak ada seorang pun dapat membatalkan hukumannya itu. Untuk itu, sebelum segalanya terlambat, asalkan nyawanya masih di kandung badan, ia masih mempunyai kesempatan untuk berusaha sekuat tenaga mematuhi segala perintahNya. Dari situlah ketaqwaan sedikit demi sedikit akan lahir dan menyatu dalam kelakuan sehari-hari.

Sebaliknya, bila seseorang tidak pernah mengingat kematian, ia akan terus merajalela di atas muka bumi dengan segala kemaksiatan dan keburukan. Yang diingatnya hanya mengumpulkan kesenangan sebanyak-banyaknya, karena ia tidak pernah mengingat bahwa ia akan meninggalkan semua itu. Nauzubillah

BUAH TAQWA

Buah taqwa adalah kehasilan yang didapatkan dari ketaqwaan. Buah dari ketaqwaan itu ada dua, yaitu bahagia di dunia dan di akhirat.

Di dunia, derajatnya akan terangkat, namanya akan harum semerbak, tercium ke segenap pelosok negeri, semua insan akan mengasihinya. Karena orang yang bertaqwa diagungkan oleh orang-orang kecil dan disegani orang-orang besar. Orang berakal akan melihat bahwa orang bertaqwa lebih cocok disayangi dan diberikan segala kebaikan. Adakah orang yang mau membela perampok, pencuri atau orang yang mau membuat kerusakan?


Di Akhirat, orang bertaqwa selamat dari Neraka berikut segala siksa-siksanya. Cukuplah kemenangan dengan masuk surga sebagai kemuliaan bagi seorang insan. Sesuai dengan Firman Allah:

اان الله مع الذين اتقوا والذين هم محسنون

“Sesungguhnya Allah berserta orang-orang bertaqwa dan berbuat baik”.

Semoga kita termasuk orang yang bertaqwa dan dimudahkan jalan untuk menempuhnya. Amin.

Penulis: Tgk. Muhammad Alqurafi
Editor: Ibnu Abdillah

Related

tashauf. 8807239383901032939

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

Ngaji

item