umdah

Delapan Metode Penurunan Wahyu

 
delapan metode penurunan wahyu


Umdah- Wahyu adalah Allah memberi pengetahuan hukum kepada nabinya, wahyu ini tidak diturunkan kepada manusia selain nabi, sehingga untuk masa sekarang wahyu telah selesai, karena tidak  akan ada nabi lagi. Adapun metode perununan wahyu kepada para nabi di antaranya sebagai berikut:
  1. Melalui mimpi, dalilnya hadis dalam kitab shahih رؤياالأنبياء وحى (Mimpi Nabi merupakan wahyu) dan firman Allah pada Nabi Ibrahim يا بنى إنى أرى فى المنام أنى أذبحك (hai anakku (ismail), sesungguhnya saya melihat dalam mimpi bahwa saya menyembelihmu).
  2. Melalui ilham yaitu malaikat meniup dalam hati Nabi dengan tidak kelihatan rupanya. Dalilnya : إن روح القدس نفث فى روعي لن تموت نفس حتي تستكمل رزقها و اجلها فاتقوا الله (sesungguhnya roh qudus (jibril) meniup dalam hatiku, jiwa tidak mati sebelum sempurna rizki dan ajalnya maka bertakwalah kepada Allah).
  3. Datang wahyu menyerupai suara lonceng dan ini wahyu yang paling berat atas Nabi. Dalilnya hadis ‘Aisyah: أن الحارث بن هشام رضى الله عنه سأل رسول الله صلى الله عليه وسلم كيف يأتيك الوحي؟ فقال صلى الله عليه وسلم أحيانا يأتينى مثل صلصلة الجرس وهو أشده علي فيفصم عنى وقد وعيت ما قال, أحيانا يتمثل لي الملك رجلا فيكلمني فأعى ما يقول Artinya: Haris bin Hisyam ra bertanya kepada rasulullah Saw Bagaimana datang wahyu kepada mu? Lalu Rasul menjawab: Allah telah menghidupkan kami, datang wahyu kepada ku seperti suara lonceng dan itu paling berat atasku lalu suara menghilang dan saya kumpulkan yang dikatakan, Allah yang telah menghidupkan kita, malaikat menjelma seorang sahabat lalu berbicara dengan ku dan saya himpun semua perkataannya.
  4. Allah berbicara dengan Nabi dengan tidak ada perantara (dibelakang hijab) dalam kondisi jaga seperti pada malam isra’ (berdasarkan pendapat Nabi tidak melihat Allah) dan seperti itu juga yang terjadi pada Nabi musa.
  5. Allah berbicara dengan Nabi pada kondisi jaga tidak ada perantara hijab seperti yang terjadi pada malam isra’ berdasarkan pendapat yang mengatakan bahwa Nabi melihat Allah dengan mata kepala.
  6. Allah berbicara dengan Nabi dalam tidur seperti terdapat dalam hadis Mu’az أتاني ربي في أحسن صورة (Allah mendatangiku dalam rupa yang paling elok).
  7. Datang wahyu seperti suara lebah, dalilnya كان رسول الله صلى الله عليه وسلم اذا نزل عليه الوحي يسمع عنده كدوى النحل Apabila turun wahyu kepada Rasulullah, beliau mendengar di sisinya seperti suara lebah.
  8. Allah mencampakkan/meletakkan  ilmu kedalam hati Nabi dan atas lisannya di saat nabi berijtihad hukum. Wallahua'lam.
 Referensi: Hasyiah ‘ala Mukhtasar ibnu abi Jamrah lil Bukhari, hal 13.

Tgk. Rahimi Zulkifli S.Sos.I

Related

News 336242712488147032

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

Ngaji

item