umdah

Bahagia Itu Relatif (Opini)

Umdah-Bahagia Itu Relatif Semua manusia selalu berbeda dalam segala hal, namun ada satu tujuan
bahagia sederhana
tgk Busairy
yang selalu sama yaitu ingin selamat dan bahagia. Karena tujuan tersebut maka manusia mencari sekuat tenaga untuk mendapatkan sesuatu yang disebut bahagia. Namun tidak semua berhasil mendapatkan kebahagian tersebut. Ada yang mencari kebahagian melalui harta benda. Banyak di antara kita yang berfikir bahwa dengan harta yang banyak maka akan bahagia atau sebaliknya, jika kekurangan harta akan susah. Pada kenyataannya tidak semua yang banyak atau lebih itu bahagia, sebaliknya tidak semua yang kurang itu susah. Di dalam sesuatu yang banyak itu ada bahagia dan susah, pun juga di dalam kekurangan itu ada bahagia dan susah. 

Dicontohkan jika ada seorang yang naik kendaraan dengan tujuan samalanga menuju lhoksukon, kemudian oleh si supir diberi tambahan sampai ke panton. Jika kita mengalami hal demikian, bukan kebahgian yang didapat namun sebaliknya. Maka hal tersebut menandakan bahwa tidak semua yang berlebihan itu bahagia. Contoh kedua, semua tentu pernah masuk salon atau tempat pangkas rambut. Di tempat pangkas rambut, rambut kita dikurangi. Bukan kita marah malah kita mau memberi upah atas pengurangan tersebut. Hal tersebut menandakan juga bahwa tidak semua hal yang kurang itu susah. 

Jika kita mau berpikir tentang konsep bahagia sebenarnya sederhana sekali. Sesuatu yang seharusnya ada dan itu ada, Sesutu seharusnya datang dan itu benar datang, maka itulah kebahagiaan. Sebaliknya, jika sesuatu seharusnya ada dan ternyata tidak ada, sesuatu yang seharusnya tidak ada dan ternyata ada, maka itulah kesusahan atau kesengsaraan. 

Sesuatu yang datang tidak harus berupa barang, namun juga kesadaran pribadi. Dan kesadaran pokok untuk menempuh kebahagiaan bagi seorang muslim adalah keimanan kepada Allah subhanallahhuta’ala. Jika keimanan ini tidak ada maka segala apa yang ada tidak akan membuat kita bahagia. Perlu diingat bahagia itu pilihan. Terkadang yang indah bukanlah yang terbaik. Yang terlihat sempurna tak menjanjikan bahagia. Namun jika dapat menerima kekurangan menjadi kelebihan, di situlah nilai kesempurnaan. 
 [next]
Oleh karena itu janganlah mencari yang sempurna di mata, tapi carilah yang serasi di jiwa. Ingatlah, hidup tak selamanya cerah tapi kadang-kadang gelap gulita. Hidup tidak selamanya di atas, adakalanya kita mesti rela di bawah. Hidup tak selamanya indah, adakalanya kepedihan merasuk dalam sukma. Hidup tak selamanya sehat, adakala rasa sakit mendera. Hidup tak selamanya gembira, kadang kala duka melanda. Hidup tak selamanya berjaya, kadang kala gagal menghampiri. Itulah kehidupan, tapi jangan dijadikan sebagai alas an untuk membiarkan hidup kita sengsara. Sebagai seorang muslim, kita tentu mendambakan hidup bahagia, hidup dalam keyakinan mulai dengan mengenal Allah dan ridha-Nya, menerima keputusan-keputusan-Nya, serta ikhlas menjalankan aturan-aturan-Nya. Kita mendambakan diri kita merasa bahagia dalam menjalankan shalat, kita bahagia menunaikan zakat, kita bahagia bersedekah, kita bahagia menolong orang lain, dan kita pun bahagia menjalankan tugas amar ma’ruf nahi munkar.

Dalam kondisi apapun, maka senagkanlah hatimu jangan pernah bersedih. Kalau engkau kaya, senangkahlah hatimu, karena di hadapanmu terbentang kesempatan untuk mengerjakan yang sulit-sulit melalui hartamu. Dan jika engkau fakir miskin, senangkanlah pula hatimu, karena engkau telah terlepas dari suatu penyakit jiwa, penyakit kesombongan yang sering menimpa orang-orang kaya. Senangkanlah hatimu karena tak ada orang yang akan hasud dan dengki kepadamu lagi, lantaran kemiskinanmu. Kalau engkau dilupakan orang, kurang masyhur, senangkan pulalah hatimu, karena lidah tidak banyak yang mencelamu, mulut tak banyak mencacimu. Mudah-mudahan Allah mengantarkan kita kepada sebuah keyakinan dan kebahagian abadi, dunia dan akhirat. Amin….. 

Tgk. Busairy Rasyidin

Related

Opini 824022957774785657

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

Ngaji

item