umdah

Adab-adab Murid terhadap Gurunya


adab guru ke murid dalam islamUmdah-Guru merupakan orang yang sangat berjasa bagi murid-muridnya, karena selain menyalurkan ilmu, Guru adalah adalah dokter rohani untuk kebaikan dunia dan akhirat, karena guru adalah pendidik spritualitas dan dan intelektualitas murid. Oleh karenanya, murid harus memiliki adab yang baik kepada guru, agar ilmu yang diterima dari guru mendapat keberkahan. Di dalam agama islam, perlakuan seorang murid kepada guru adalah salah satu esensi dari menuntut, menjaga dan mengamalkan ilmu. Rasa hormat itu adalah perkara yang sangat esensial dalam pendidikan agama khususnya, sehingga ada opini kalau bahwa ta’dhim itu lebih besar nilainya daripada taat karena dalam konteks syariat apabila seseorang bermaksiat tanpa mengingkari bahwa itu maksiat maka orang tersebut hanya mendapatganjaran atas maksiatnya. Sedangkan orang yang bermaksiat dan mengingkari kalau itu maksiat (meninggalkan rasa hormat ) maka selain berdosa juga bisa membawa kepada kekufuran. Nauzubillah. Berikut ini beberapa adab seorang murid yang harus selalu ada dalam kehidupannya : 
  1. Mendahului memberi salam kepada guru saat bertemu di tempat-tempat yang dibolehkan memberi salam, karena salam itu selain untuk menghormati, juga merupakan doa.
  2. Duduk dan berkonsentrasi saat di hadapannya, karena setiap kosa kata yang keluar darinya adalah ilmu yang bermanfaat.
  3. Tidak banyak berbicara di hadapannya. Tidak berbicara sebelum guru bertanya dan tidak bertanya sebelum mohon izin darinya. Karena yang demikian akan menarik keharmonisan yang penuh dengan moralitas.
  4. Tidak banyak bertanya kepadanya saat beliau lelah atau sedang susah. Ini merupakan perkara yang harus benar-benar diperhatikan oleh murid, dalam berinteraksi dengan guru.
  5. Meyakini Guru lebih utama dari orang tua. Orang tua merawat dan menjaga raga seorang anak, tapi guru menjaga bathiniah, menyelamatkannya dari kebodohan. karena itu, murid harus mengakui dan meyakini bahwa guru lebih utama dari orang tuanya.
  6. Tidak bermusyawarah dengan seseorang di hadapannya dan tidak banyak menoleh ke berbagai arah, tetapi duduk di hadapannya dengan menundukkan kepala, tenang, penuh adab seperti saat engkau melakukan shalat. Dengan itu engkau akan bisa mudah dalam menerima pelajaran dan meresapinya.
  7. Jangan Memuji Guru lain dihadapannya. Karena jika kita memuji guru lain di hadapannya, karena secara tidak langsung beliau akan merasaterhina. sebagai contoh saat guru memberi penjelasan, kita menceritakan kelebihan guru lain dalam memberi penjelasan masalah tersebut, hal ini tidak boleh karena akan menyakitinya.
  8. Tidak mengisyaratkan sesuatu yang berbeda dengan pendapatnya sehingga merasa lebih benar darinya karena bisa membuatnya tersinggung dan merusak keharmonisan hubungan dengannya.
  9. Tidak menyampaikan sesuatu yang menentang dengan pendapatnya atau menukil pendapat ulama lain yang berbeda dengannya.\
  10. Ikut berdiri ketika berdir karena yang demikian merupakan salah satu penghormatan kepadanya.
  11. Tidak bertanya dalam perjalanan sebelum beliau sampai krrumah atau tempat mengajar.
  12. Tidak berburuk sangka pada setiap perbuatan dan perkataannya yang secara dhahir bertentangan dengan apa yang murid yakini, karena beliau lebih mengetahui apa yang dilakukannya. Ingatlah kisah Nabi Khidhir AS dengan Nabi Musa AS, bagaimana perbuatan nabi khidir AS yang secara syariat adalah kesalahan, tapi pada hakikatnya merupakan perintah dari Allah SWT.
  13. Kalau ada masalah yang belum di pahami, maka bertanyalah dengan cara yang sopan.
  14. Jangan bercanda atau melakukan hal-hal lain pada saat guru menjelaskan pelajaran karena akan merendahkan dan membuatnya sedih.
 Demikian lah beberapa Adab-adab yang harus ditanam dalam hati murid, karena sebagaimana yang sudah diketahui kalau pengamalan adab tersebut adalah kewajiban, demi kelancaran proses belajar-mengajar. Sebenarnya masih sangat banyak adab-adab yang harus dipunyai murid terhadap gurunyayang tidak disebutkan di sini, inti dari semua hal tersebut adalah seorang murid kalaupun tidak sanggup membuat gurunya gembira, senang dengan kelakuannya, maka jangan pernah sekalipun untuk membuatnya sedih apalagi murka. Wallahua’lam.

Related

Fiqh 363374658568395572

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

Ngaji

item