umdah

Setan Dibelenggu di Bulan Ramadhan, Benarkah?

Umdah- Salah satu kelebihan bulan Ramadhan adalah diikat atau dibelenggunya semua setan, hal ini sebagaimana yang ditegaskan oleh hadis sha...

Umdah-Salah satu kelebihan bulan Ramadhan adalah diikat atau dibelenggunya semua setan, hal ini sebagaimana yang ditegaskan oleh hadis shahih. Namun, bagaimana sebenarnya maksud diikatnya semua setan dalam bulan Ramadhan? kami akan sedikit mengurainya, semoga bermanfaat.


Rasulullah Saw bersabda dalam satu hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim : إذا جاء رمضان فتحت أبواب الجنة وغلقت أبواب النار وصفدت الشياطين “Apabila datang Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.” Tentang bagaimana pemahaman hadis tersebut, Imam Jalaluddin al-Sayuthi dalam kitab beliau, al-Dibaj ‘ala Syarah Muslim, mengurainya dengan panjang lebar. Beliau menyebutkan bahwa menurut Qadhi maksud ‘’dibelenggu setan’’ ada beberapa kemungkinan : 

1. Makna hakiki yaitu setan dalam bulan puasa dibelenggu secara hakiki.
2. Makna majazi, ada beberapa kemungkian yang menjadi maksudnya berdasarkan penafsiran ‘’setan terbelenggu’’ secara majazi : yaitu isyarah kepada banyaknya rahmat Allah Swt dan pengampunan selama bulan Ramadhan yang Allah Swt limpahkan kepada hamba-Nya serta kemampuan setan untuk menggoda manusia selama Ramadhan pun berkurang sehingga disamakan dengan keadaan setan yang terbelenggu. Maka maksud ‘’setan terbelenggu’’ adalah terbelenggu pada sebagian hal dan sebagian manusia. 

Menurut Qadhi juga ada kemungkinan bahwa yang dimaksud dengan dibukakan pintu surga adalah kesempatan beribadah yang Allah Swt berikan pada bulan Ramadhan yang tidak diperdapatkan dalam bulan lain, seperti puasa, qiyamul-lail, shadaqah, membaca al-Qur`an serta menahan diri dari keburukan. Ini semua adalah menjadi sebab bagi dibukakan pintu surga dan ditutup pintu neraka. Karena itu, perkataan “dibelenggu setan’’ adalah ungkapan sebagai kiasan dari keadaan manusia selalu beribadah, membaca al-Qur`an dan berzikir serta yang menahan diri dari nafsu yang berujung pada tertutupnya pintu neraka dan setan tak mampu menggoda manusia.

Imam al-Qurtubi menerangkan bahwa makna dari “dibelenggu setan’’ kemungkinan juga dimaksudkan makna hakiki. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan, kalau setan dibelenggu, mengapa banyak kemaksiatan yang terjadi dalam bulan Ramadhan. Ada beberapa jawaban dalam hal ini :
1. Setan hanya terbelenggu untuk orang-orang yang benar-benar berpuasa, menjaga adab serta syarat puasa. Adapun orang yang tidak menjaga puasanya maka baginya setan tidak terbelenggu.
2. Kalaupun kita maksudkan bahwa setan terbelenggu untuk seluruh orang yang berpuasa, maka hal ini tidaklah melazimi kepada tidak terjadinya kemaksiatan, karena penyebab kemaksiatan bukan hanya godaan setan, tetapi juga nafsu, dan setan insi (manusia yang mengajak kepada kemaksiatan)
3. Yang dibelenggu hanya sebagian setan, yaitu setan marid sehingga hal ini berakibat kepada menurunnya kemaksiatan dalam bulan Ramadhan sebagaimana datang dalam riwayat yang lain : صفدت مردة الشياطين 

Imam al-’Alimi mengatakan kemungkinan setan yang dibelenggu adalah setan yang mencuri berita ghaib dari langit. Semenjak diturunkan al-Qur`an mereka tidak dapat lagi mencuri berita ghaib dari langit dan ketika bulan Ramadhan tiba mereka diikat sebagai penambah pemeliharaan untuk manusia. Wallahua'lam. (Redaksi)

Related

tashauf 5662173527070019671

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

Ngaji

item