umdah

Tidak Akan Pernah Ada Cinta Tanpa Pembunuhan !!!!

Umdah- Seorang raja dari bani israil, menikahi janda yang sudah mempunyai anak perempuan. Janda tersebut, berencana menikahkan anaknya dengan raja yang sudah menjadi suaminya, dia berdalih, kalau tidak dinikahkan dengan putrinya, ia takut, suaminya akan menikah dengan wanita lain yang bukan dari keluarganya. pada suatu hari, wanita itu menggelar pesta perkawinan antara raja (suami sekarang) dengan putrinya, salah satu tamu yang diundang termasuk nabi Yahya As, kemudian istri raja tersebut meminta restu kepada nabi Yahya agar disetujui perkawinan antara suami dengan anak tiri. Nabi Yahya menjawab: “pernikahan seperti ini haram dalam Islam”. Lalu Nabi Yahya keluar dari acara perkawinan itu. Perkataan Nabi Yahya, membuat wanita itu marah besar. akhirnya dia mencari hilah (cara) agar dapat membunuh nabi Yahya As. Tidak lama kemudian, suaminya diberi minuman keras, Di saat raja dalam keadaan mabuk, wanita itu menghiasi putrinya. kemudian diperlihatkan kepada suami seraya berkata: “nabi Yahya menolak saya menikahkan putriku dengan mu”. Raja marah dan kemudian menghadirkan nabi Yahya. Raja bertanya: “Bagaimana menurut mu saya menikahi dengan anak tiri?”, “Telah saya sampaikan kepada istrimu bahwa hukumnya haram”, jawab nabi Yahya. Akibat tidak merestui pernikahan itu, raja memerintahkan prajuritnya supaya membunuh nabi Yahya dengan cara disembelih seperti disembelih kambing. Pada saat nabi Yahya dieksekusi, para malaikat langit menangis sambil mengadu kepada Allah SWT:

 الهي بأى ذنب قتلوا يحي عليه السلام قال الله تعالى ما أذنب يحي عليه السلام ولاهم بالذنب قط ولكن أحبنى فاحببته ولا بد فى الحب من القتل 

“Wahai tuhanku, kesalahan apa sehingga mereka membunuh nabi Yahya as. Allah menjawab: “nabi Yahya tidak berbuat kesalahan apa-apa dan mereka juga tidak berdosa sama sekali akan tetapi, nabi Yahya mencintai ku lalu aku mencintai dia. Dan dalam percintaan harus ada pembunuhan.” 



Dihikayahkan dari Husein al-Halaj, sebelum mereka mengeksekusi mati, nabi Yahya ditahan delapan puluh hari. Dalam tahanan beliau didatangi oleh syabli. Nabi Yahya berkata: “wahai syabli apa itu cinta?”, syabli menjawab: ”jangan tanya aku hari ini dan tanyalah aku besok”. manakala datang esok hari mereka mengeluarkan nabi Yahya dari penjara dan mendirikan tiang untuk proses eksekusi. tidak lama kemudian lewat syabli dihadapannya. Nabi Yahya memanggil syabli: “ Wahai syabili permulaan cinta adalah dibakar dan akhirnya adalah dibunuh” 


Referensi: Kitab Sab’iyyat Fi Mawa’izil Bariyyat karangan Nasir Muhammad bin Abdurrahman al-Hamdani. Hal. 69-70. 

Ba Amy Addaybary

Related

Serba Serbi 4264636011417255429

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

Ngaji

item