umdah

Kembali kepada al-Quran dan Hadits, Kok Pendapat Ulama Wahabi Saling Bertentangan

Dimanapun, wahabi selalu membuat kerusakan. Dengan bermodalkan satu dua hadits, mereka sukses mengsyirikkan banyak kaum muslimin. Mereka tidak tebang pilih, asalkan bukan kelompok mereka, tidak meyakini seperti yang mereka yakini, maka akan dihabisi.

Di bawah ini merupakan sedikit uraian yang membahas tentang bukti wahabi juga main pendapat dan ijtihad, dan pastinya banyak terjadi kontradiksi di situ.

Syaikh Shaleh al-Fauzan menyatakan bahwa hadits Allah duduk bersama Nabi Muhammad di Arsy itu sahih meskipun sulit untuk diindra. Artinya ia setuju dengan akidah yang menafsirkan "Istawa" dengan "Jalasa" (duduk). Lihat kitab Ta'liq al-Mukhtashar 'ala Qashidah an-Nuuniyyah halaman 453 ketika ia menta'liq qasidah Ibnul Qayyim berikut:



Cover Kitab



Arti dari kalimat yang bergaris merah:

"Sesungguhnya Allah mendudukkan Muhammad bersamaNya di atas Arsy... Ini adalah hadits sahih walaupun sulit untuk dipikirakan sifat duduknya, maka tidaklah mengapa." (Ta'liq al-Mukhtashar 'ala Qashidah an-Nuuniyyah halaman 453).

Dalam kitab yang lainnya, Shaleh al-Fauzan mengatakan:



Cover kitab:



"Ar-Rahman ber-istiwa di atas Arsy" Apakah ber-istiwa itu bukan bermakna duduk? Tidaklah ber-istiwa melainkan duduk. Ini ucapan (istiwa adalah bermakna duduk) adalah sahih tidak ada debu sedikit pun (sangat jelas)". (Qudum kitab al-Jihad, karya syaikh Abdul Aziz ar-Rajihi dan ditaqliq Shaleh al-Fauzan halaman: 101)

Dalam kitab ini, syaikh Abdul Aziz dan Syaikh Shaleh al-Fauzan sepakat bahwa ISTIWA itu bermakna DUDUK.

Tapi, sungguh aneh di kitabnya yang lain bukan seperti itu. Di kitabnya yang lain justru Shaleh al-Fauzan menyatakan bahwa tafsir ISTIWA dengan DUDUK adalah tafsir yang batil.

Perhatikan!



Cover kitab:

Cover
"Apakah Istawa bermakna Jalasa / Duduk itu termasuk takwil ? Shaleh al-Fauzan menjawab: " Ini Bathil, karena tidak ada sama sekali riwayat yang menafsirkan ISTAWA dengan JALASA (duduk) dan kami tidak mentetapkan sesuatu pun tentang Istawa". (Lum'ah al-I'tiqad : 315)

Lihat lah! Bagaimana syaikh Shaleh al-Fauzan yang diawal mengakui ISTAWA dengan makna JALASA (duduk), tapi di kitabnya yang lain justru dia mengatakan ISTIWA dengan JULUS (duduk) adalah BATHIL.

Subhanallah, bagaimana bisa satu pemahaman saling kontradiksi dari satu orang saja? Apakah syaikh ibn Fauzan ini ketika berfatwa atau berpendapat tidak berpikir secara jernih atau sedang mabuk?

Para pengikut syaikh Shaleh al-Fauzan ini pasti bingung dengan ke plin-planan akidahnya.

Di sisi lain, ada ulama wahabi lainnya yang juga menyatakn bahwa hadits yang menunjukkan Allah JALASA/DUDUK di Arsy adalah maudhu'/palsu dan kedustaan atas nama Nabi Saw, yaitu syaikh Albani. Seorang syaikh yang diklaim wahabi sebagai ahli hadits zaman sekarang (padahal kalau diteliti banyak sekali mufradat/kosakata yang diartikan salah oleh Albani dalam bebrapa kitabnya ketika mengartikan sebuah isim yang gharib). Perhatikan pendapat Albani berikut:


"Yang jelas, bahwasanya perhatikan dalam matannya dari kemungkaran yang ada, yaitu menisbatkan JULUS / DUDUK kepada Allah... Matan hadits itu mengandung KEPALSUAN ". (Maushu'ah al-Allamah al-Imam Mujaddid al-Ashr: Albani : 343).

Coba pembaca perhatikan, kenapa ada banyak kontradiksi antara mereka? Padahal mereka katanya mengambil sesuatu langsung dari hadits dan al-Quran. Al-Quran dan hadits tidak mungkin saling bertentangan. Kalau ulama ahlussunnah wal jamaah terjadi khilaf itu wajar karena memang kita meyakini Allah dan Rasul-Nya membolehkan ijtihad dan khilaf itu rahmat bagi seorang hamba.

Benar ucapan Ibnu Utsamin di awal bahwa "Sesungguhnya tidak mungkin terjadi kontradiksi antara al-Quran dan Hadits Nabi yang sah selamanya. Karena Quran dan Hadits adalah Haq / Kebenaran dan Kebenaran tidak akan terjadi Kontradiksi, karena semua dari Allah sedangkan apa yang dari Allah tidak akan terjadi kontradiksi..." (Syarh Aqidah Thahawiyyah, Ibnu Ustaimin : 89)

Maka dengan ucapan ini, benar lah bahwa akidah wahhabi-salafi tidaklah benar karena saling kontradiksi dan bertolak belakang di antara mereka sendiri. Ini satu contoh saja yang terjadi kontradiksi, sedangkan permasalahan yang lain tidak terhitung banyaknya. Terlebih masalah furu' / fiqih, kontradiksinya tidak terhitung di antara mereka. Mereka katanya anti mazhab dan pendapat, tapi kok mereka juga banyak pendapat?



Related

Wahabi 6990646471280976516

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

Ngaji

item