umdah

Hakikat Karamah

UMDAH-- Mungkin kita selama ini masih bertanya-tanya tentang hakikat karamah. Untuk mengetahui masalah ini, yang mulia Imam Ibnu Atha'ilah telah merumuskan dalam kalam beliau sebagai berikut:
"Rubbama razaqal karaamata, man lam takmul lahu istiqaamata."

"Kadang kala karamah itu dikaruniakan Allah kepada orang yang belum sempurna baginya istiqamah."

Pengertian dari kalam hikmah ini sebagai berikut:

1. Karamah dalam bahasa Arab artinya kemuliaan, sedangkan karamah dalam hakikat Tauhid dan Tasauf terbagi dua macam:

Pertama; karamah hissiah atau Al-karamatul hissiah, yaitu sesuatu yang luar biasa yang diberikan Allah kepada sebagian orang seperti berjalan di atas air, terbang di udara, melihat hal-hal gaib dan lain-lain, dimana semua itu tidak mungkin dilakukan secara adat.

Kedua; Karamah Ma`nawiyah atau Al-karamatu al-Ma'nawiyah, yaitu istiqamah seorang hamba beserta Tuhannya secara lahir dan batin, terbuka hijab dari hatinya sehingga dia mengenal siapa sang pencipta, di samping pula dia dapat menguasai hawa nafsunya dan hatinya tenang dengan mengingat Allah.

Para waliyullah tidak mengharapkan Karamah model pertama, bahkan dalam hati mereka pun tidak terlintas untuk mendapatkan hal ini. Sebab karamah yang pertama itu boleh terdapat pada manusia yang istiqamahnya belum lahir dan batin.

Jadi hakikat istiqamah ialah kuat pendirian sehingga lahir dan batin. Orang yang memilikinya akan selalu beserta Allah s.w.t. Oleh karena itu lah terlihat adanya "karamah hissiah" pada tukang sihir, tukang tenung, bahkan juga pada pendeta-pendeta. Meskipun pada hakikatnya itu adalah "istidraj" dan bukan karamah.

Sedangkan perbedaan karamah dan istidraj, bahwa ‘’karamah’’ itu akan memiliki akhir yang baik di dunia dan akhirat. Sedangkan ‘’istidraj’’ itu akhirnya ujung-ujungnya tidak baik. Bahkan dapat dikatakan bahwa istidraj itu mempertinggikan tempat jatuh, sebab lahirnya adalah nikmat namun pada hakikatnya adalah azab dan`iqab, baik itu bersifat duniawi atau bersifat ukhrawi.

2. Karamah yang hakiki adalah karamah maknawiyah sebagai yang telah tersebut di atas. Dan karamah ini dasarnya adalah iman kepada Allah s.w.t. dengan yakin dan seyakin-yakinnya. Di samping itu juga mengikuti apa yang telah didatangkan Rasulullah saw dengan mengamalkannya lahir batin. Karena kewajiban atas hamba Allah untuk menjalankan dengan benar kedua faktor tadi, yakni faktor syariat dan faktor iman, dan jangan ada keinginannya keramah dalam dua gambaran di atas, lebih-lebih karamah Hissiah, sebab segala macam karamah itu akan datang dengan sendirinya walau tidak dikehendaki. Dua karamah seperti yang telah tersebut di atas adalah ma'ruf dan terkenal.

Adapun karamah ma`nawiyyah pada hakikatnya datang dari dua karamah yang bersifat dasar:

[a] karamah iman, yang artinya bertambah keyakinannya dan mendalam penghayatannya pada Allah atau pada sifat-sifat-Nya.

[b] karamah amal, artinya mengikuti Rasulullah, dalam melaksakan syariatnya tanpa menipu diri sendiri.

Barang siapa yang mendapatkan dua karamah ini pada umumnya inshaAllah akan sampai kepada karamah ma’nawiyah. Sedangkan karamah hissiyah tidak menjadi tujuan bagi para wali. Tetapi apabila karamah hissiyah didapatkan pada hamba Allah yang sudah ada padanya karamah ma’nawiyah, maka waliyullah yang bersangkutan wajib kita muliakan, dan jika tidak, berarti belum ada padanya karamah yang sebenarnya.

Kesimpulan:

Karamah lahiriyah atau karamah hissiah baru berarti apabila disertai dengan karamah ma’nawiyyah. Dan apabila tidak, maka belum dapat dipastikan apakah itu wali Allah atau bukan, sebab pada hakikatnya karamah hissiyah boleh juga didapatkan pada yang bukan Wali. Dimana pada lahiriahnya karamah tetapi pada hakikatnya mungkin saja istidraj, yakni tipuan yang mempertinggi tempat jatuh yang bersangkutan dan berlindung kita dengan Allah dari karamah yang begini sifatnya [istidraj].
Oleh: Tgk. Muhammad Hanafiah Jeunieb

Related

tashauf. 3056164036828496384

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

Ngaji

item